Evaluasi Rasionalitas Terapi Antibiotik Pada Pasien ISPA Atas di Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
RM, Anjeli Kharisma
Advisor:
Hasnita, Evi
Gusriyani, Sri
Gusriyani, Sri
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Ispa atas, Antibiotik, Rasionalitas, Gyssens
DOI:
-
Abstract :
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) merupakan infeksi menular yang menyerang tenggorokan, hidung
dan paru-paru. ISPA menyerang organ pernapasan atas dan bagian bawah yang menyebabkan berbagai macam
penyakit dari infeksi ringan hingga berat. ISPA pada umumnya disebabkan oleh virus dan bakteri sehingga salah
satu terapi yang biasanya didapatkan adalah antibiotik. Pemakaian antibiotik seringkali tidak rasional sehingga
menyebabkan tingginya angka resistensi antibiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi rasionalitas
penggunaan antibiotik pada pasien ISPA Atas di Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi. Metode dalam penelitian ini
menggunakan non exsperimental dengan rancangan penelitian secara deskriptif kualitatif dengan Pendekatan yang
dilakukan secara Rektrospektif menggunakan data rekam medik dan resep pasien ISPA Atas yang memenuhi kriteria
inklusi. Penelitian ini dilaksanakan pada November- Desember 2023 di Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi dengan
jumlah sampel sebanyak 91 pasien terdiagnosa ISPA Atas. Teknik analisis rasionalitas antibiotik pada penelitian ini
menggunakan metode Gyssens. Hasil dari penelitian ini menunjukkan mayoritas kejadian ISPA atas terbanyak terjadi pada
perempuan ( 58 % ) pada rentang usia anak- anak (5-11 tahun) dengan persentase sebesar (22 % ) dengan diagnosis
terbanyak adalah faringitis ( 33 %) serta antibiotik terbanyak yang diresepkan adalah amoxicillin ( 88%). Hasil Analisis
Gyssens didapatkan bahwa rasionalitas antibiotik pada kategori 0 sebesar 55 % , kategori II A sebesar 3 % , kategori
III B sebesar 4 % , Kategori IV A sebesar 8 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kerasionalan penggunaan
antibiotik pada pasien ISPA atas di Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi adalah sebesar 85 %
dan paru-paru. ISPA menyerang organ pernapasan atas dan bagian bawah yang menyebabkan berbagai macam
penyakit dari infeksi ringan hingga berat. ISPA pada umumnya disebabkan oleh virus dan bakteri sehingga salah
satu terapi yang biasanya didapatkan adalah antibiotik. Pemakaian antibiotik seringkali tidak rasional sehingga
menyebabkan tingginya angka resistensi antibiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi rasionalitas
penggunaan antibiotik pada pasien ISPA Atas di Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi. Metode dalam penelitian ini
menggunakan non exsperimental dengan rancangan penelitian secara deskriptif kualitatif dengan Pendekatan yang
dilakukan secara Rektrospektif menggunakan data rekam medik dan resep pasien ISPA Atas yang memenuhi kriteria
inklusi. Penelitian ini dilaksanakan pada November- Desember 2023 di Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi dengan
jumlah sampel sebanyak 91 pasien terdiagnosa ISPA Atas. Teknik analisis rasionalitas antibiotik pada penelitian ini
menggunakan metode Gyssens. Hasil dari penelitian ini menunjukkan mayoritas kejadian ISPA atas terbanyak terjadi pada
perempuan ( 58 % ) pada rentang usia anak- anak (5-11 tahun) dengan persentase sebesar (22 % ) dengan diagnosis
terbanyak adalah faringitis ( 33 %) serta antibiotik terbanyak yang diresepkan adalah amoxicillin ( 88%). Hasil Analisis
Gyssens didapatkan bahwa rasionalitas antibiotik pada kategori 0 sebesar 55 % , kategori II A sebesar 3 % , kategori
III B sebesar 4 % , Kategori IV A sebesar 8 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kerasionalan penggunaan
antibiotik pada pasien ISPA atas di Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi adalah sebesar 85 %