Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Ramuan Obat Tradisional Dayak Penurun Tekanan Darah.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Muttaqin, Agil Zainul
Advisor:
Fitriani, Oryza Sativa
Andika, Miming
Andika, Miming
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Ramuan Obat Tradisional Dayak, antioksidan, DPPH.
Daftar Bacaan: 71 (2004-2022)
DOI:
-
Abstract :
Ramuan obat tradisional Dayak sebagai penurun tekanan darah berasal dari
Provinsi Kalimantan Timur budaya Dayak dengan komposisi yaitu daun meniran
(Phyllanthus niruri L.), daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus), daun
ceplukan (Physalis minima L.), dan rimpang lempuyang emprit (Zingiberis
amaricana BL.). Jenis penelitian ini ialah eksperimental yang dilakukan di
Laboratorium Kimia Farmasi Universitas Fort De Kock pada bulan Januari-Juli
2024. Tumbuhan tersebut didapatkan di Desa Aro Talang, Kabupaten Solok,
Sumatera Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas
antioksidan ekstrak ramuan obat tradisional Dayak sebagai penurun tekanan
darah. Proses ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%
dan metode pengukuran radikal bebas oleh senyawa antioksidan dengan
menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Salah satu
penyebab tekanan darah tinggi adalah stress oksidatif yang dapat mengganggu
elastisitas pembuluh darah karena adanya paparan radikal bebas. Metabolit
sekunder yang dapat berperan sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas
ialah flavonoid, karena flavonoid mampu mengaktifkan nitrit oxide (NO) pada
pembuluh darah. Hasil uji aktivitas antioksidan pada ekstrak ramuan obat
tradisional Dayak sebagai penurun tekanan darah didapatkan nilai IC50 sebesar
67,19 ppm sedangkan vitamin C diperoleh nilai IC50 sebesar 8,42 ppm.
Berdasarkan nilai IC50 dapat disimpulkan bahwa kandungan antioksidan pada
ekstrak etanol ramuan obat tradisional dayak dikategorikan antioksidan kuat.
Provinsi Kalimantan Timur budaya Dayak dengan komposisi yaitu daun meniran
(Phyllanthus niruri L.), daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus), daun
ceplukan (Physalis minima L.), dan rimpang lempuyang emprit (Zingiberis
amaricana BL.). Jenis penelitian ini ialah eksperimental yang dilakukan di
Laboratorium Kimia Farmasi Universitas Fort De Kock pada bulan Januari-Juli
2024. Tumbuhan tersebut didapatkan di Desa Aro Talang, Kabupaten Solok,
Sumatera Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas
antioksidan ekstrak ramuan obat tradisional Dayak sebagai penurun tekanan
darah. Proses ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%
dan metode pengukuran radikal bebas oleh senyawa antioksidan dengan
menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Salah satu
penyebab tekanan darah tinggi adalah stress oksidatif yang dapat mengganggu
elastisitas pembuluh darah karena adanya paparan radikal bebas. Metabolit
sekunder yang dapat berperan sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas
ialah flavonoid, karena flavonoid mampu mengaktifkan nitrit oxide (NO) pada
pembuluh darah. Hasil uji aktivitas antioksidan pada ekstrak ramuan obat
tradisional Dayak sebagai penurun tekanan darah didapatkan nilai IC50 sebesar
67,19 ppm sedangkan vitamin C diperoleh nilai IC50 sebesar 8,42 ppm.
Berdasarkan nilai IC50 dapat disimpulkan bahwa kandungan antioksidan pada
ekstrak etanol ramuan obat tradisional dayak dikategorikan antioksidan kuat.