Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Tn.A Dengan Pasca Stroke Non Hemoragik Di Panti Sosial Tresna Werdha Batusangkar Tahun 2024
Categorie(s):
KIAN
Author(s):
Putri, Elsya Hera
Advisor:
Reskiki, Fitrianola
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Lansia, Post Stroke Non Hemoragik, Harga Diri Rendah
DOI:
-
Abstract :
Latar Belakang : Lansia adalah proses alami seseorang melewati tiga fase dalam
hidupnya, yaitu masa kanak-kanak, dewasa, dan tua. Proses tersebut menimbulkan
beberapa masalah antar lain masalah fisik, mental, sosial, ekonomi, psikologi.
Stroke non hemoragik di definisikan sebagai suatu penyakit akibat tersumbatnya
pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau
keseluruhan terhenti. Gangguan psikologis yaitu perubahan mental setelah stroke
memaang dapat terjadi misalnya gangguan pada daya pikir, kesadaran,
konsentrasi, kemampuan belajar, dan gangguan efikasi diri. Terapi Reminiscence
merupakan salah satu terapi non farmakologi yang dapat meningkatkan harga diri
pada lansia . Tujuan : Mampu memberikan asuhan keperawatan gerontik pada
Tn. A dengan post stroke non hemoragik di Panti Sosial Tresna Werdha Kaih
Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2024. Metode : Pengumpulan data menggunakan
studi kasus dilakukan pada satu lansia post stroke non hemoragik. Hasil : Asuhan
keperawatan gerontik dengan post stroke non hemoragik didapatkan tiga diagnosa
yaitu harga diri rendah situasional, ganguan pola tidur, dan resiko jatuh, serta
diagnosa yang menjadi priorotas yaitu harga diri rendah situasional. Setelah
diberikan terapi reminscence selama 2 hari berturut-turut didapatkan hasil SPMSQ
(Short Portable Mental Status) klien dari 6 menjadi 5 dan klien juga mengatakan .
Kesimpulan: Masalah keperawatan gerontik pada Tn.A dengan post stroke non
hemoragik dapat tercapai dan teratasi dengan baik sesuai dengan rencana
keperawatan serta terapi reminiscence dapat meningkatkan harga diri pada lansia.
Saran : Pihak PSTW dapat menerapkan dan mengaplikasikan terapi reminiscence
menjadi salah satu pelaksanaan keperawatan dan alternatif dalam memberikan
asuhan keperawatan secara komprehensif pada lansia post stroke non hemoragik
hidupnya, yaitu masa kanak-kanak, dewasa, dan tua. Proses tersebut menimbulkan
beberapa masalah antar lain masalah fisik, mental, sosial, ekonomi, psikologi.
Stroke non hemoragik di definisikan sebagai suatu penyakit akibat tersumbatnya
pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau
keseluruhan terhenti. Gangguan psikologis yaitu perubahan mental setelah stroke
memaang dapat terjadi misalnya gangguan pada daya pikir, kesadaran,
konsentrasi, kemampuan belajar, dan gangguan efikasi diri. Terapi Reminiscence
merupakan salah satu terapi non farmakologi yang dapat meningkatkan harga diri
pada lansia . Tujuan : Mampu memberikan asuhan keperawatan gerontik pada
Tn. A dengan post stroke non hemoragik di Panti Sosial Tresna Werdha Kaih
Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2024. Metode : Pengumpulan data menggunakan
studi kasus dilakukan pada satu lansia post stroke non hemoragik. Hasil : Asuhan
keperawatan gerontik dengan post stroke non hemoragik didapatkan tiga diagnosa
yaitu harga diri rendah situasional, ganguan pola tidur, dan resiko jatuh, serta
diagnosa yang menjadi priorotas yaitu harga diri rendah situasional. Setelah
diberikan terapi reminscence selama 2 hari berturut-turut didapatkan hasil SPMSQ
(Short Portable Mental Status) klien dari 6 menjadi 5 dan klien juga mengatakan .
Kesimpulan: Masalah keperawatan gerontik pada Tn.A dengan post stroke non
hemoragik dapat tercapai dan teratasi dengan baik sesuai dengan rencana
keperawatan serta terapi reminiscence dapat meningkatkan harga diri pada lansia.
Saran : Pihak PSTW dapat menerapkan dan mengaplikasikan terapi reminiscence
menjadi salah satu pelaksanaan keperawatan dan alternatif dalam memberikan
asuhan keperawatan secara komprehensif pada lansia post stroke non hemoragik