Efektivitas Edukasi Media Audio Visual Terhadap Sikap Remaja Tentang Penyakit Menular Seksual Di Wilayah Dumai Timur Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Lubis, Fitri Amalia Monang
Advisor:
Hasnita, Evi
Kasoema, Rahmi Sari
Kasoema, Rahmi Sari
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Penyakit Menular Seksual (PMS), Media Audio Visual.
DOI:
-
Abstract :
Remaja merupakan salah satu kelompok umur yang beresiko paling tinggi untuk tertular penyakit menular seksual (PMS), dimana 1 dari 20 remaja tertular PMS setiap tahunnya. Begitu juga di Kecamatan Dumai Timur, dimana sepanjang tahun 2023 tercatat sebanyak 73 kasus PMS pada remaja dan angka ini merupakan temuan kasus tertinggi di Kota Dumai pada tahun 2023 dengan total temuan kasus PMS sebanyak 178 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi media audio visual terhadap sikap remaja tentang penyakit menular seksual pada siswa SMA di Kecamatan Dumai Timur. Jenis penelitian adalah quasy eksperimen dengan pendekatan pre-post test with control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja di Dumai Timur yaitu sebanyak 563 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan besaran sampel sebanyak 84 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner sikap, analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Mann Whitney U-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor sikap responden pada kelompok perlakuan adalah 36,62 dan kelompok kontrol adalah 24,17 . Terdapat perbedaan rata-rata sikap remaja tentang PMS antara kelompok perlakuan dan kontrol dengan beda rata-rata 35,00 dan nilai p = 0,000, dimana skor sikap lebih tinggi pada kelompok perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa edukasi menggunakan media audio visual berpengaruh signifikan terhadap sikap remaja tentang PMS. Maka dari itu diharapkan kepada semua pihak terutama petugas kesehatan untuk dapat selalu melakukan upaya maksimalisasi promosi kesehatan tentang PMS dengan menggunakan media yang tepat, diantaranya adalah dengan memanfaatkan media audio visual.