Faktor-Faktor Kejadian Preeklampsia di RSUD Kolonel Abundjani Bangko Kabupaten Merangin Tahun 2022-2023

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Darniati, Desi
Advisor:
Meilinda, Vittria
Noflindaputri, Resty
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Preeklampsia, Umur, Paritas, Riwayat.
DOI:
-
Abstract :
Penyebab AKI salah satunya preeklampsia yang merupakan penyebab utama maternal dan perinatal mordibitas dan mortalitas terbesar di seluruh dunia Data dari RSUD Kolonel Abundjani pada tahun 2022 sebanyak 44 kasus. Sedangkan pada Januari-Juni 2023 terdapat 25 kasus preeklampsia di RSUD Kolonel Abundjani.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor kejadian preeklampsia, desain penelitian yang digunakan adalah case control dengan adalah total sampling sebanyak 138 orang, dengan perbandingan 1:1 dianalisis dengan mengunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil univariat umur pada kasus 37.7% umur berisiko, 62,3% tidak berisiko, kelompok kontrol 88.4% tidak berisiko, 11,6% umur berisiko. Variabel paritas kasus 44.9% paritas berisiko, 55.1% tidak berisiko, kelompok kontrol 81.2% paritas tidak berisiko, 18.8% tidak berisiko. Kelompok kasus 20.3% responden memiliki riwayat hipertensi 79.7% tidak ada riwayat, kontrol 94.2% tidak ada riwayat 5.8% ada riwayat. Sebanyak 42.0% pendidikan rendah 58.0% pendidikan tinggi, kontrol 72.5% berpendidikan tingi dan 27.5% berpendidikan rendah. Kelompok kasus 63.8% tidak obesitas 36.2% obesitas, kontrol 71.0% tidak obesitas dan 29.0% obesitas. Kelompok kasus jarak kehamilan 78.3% tidak berisiko 21.7% berisiko, kontrol 75.4% tidak berisiko, 24.6% berisiko. Adanya hubungan antara umur, paritas dan riwayat hipertensi terhadap kejadian preeklampsia nilai -value umur (0,001), paritas (0,002) dan riwayat hipertensi (0,023), tidak adanya hubungan dengan kejadian preeklampsia dengan pendidikan (0,108), obesitas (0,408) dan jarak kehamilan (0,84). Dengan kesimpulan umur, paritas, riwayat hipertensi berhubungan dengan kejadian preeklampsia, sedangkan pendidikan, obesitas dan jarak kehamilan tidak ada hubungan. Diharapkan bagi tenaga kesehatan agar mendorong ibu untuk melakukan kunjungan minimal 6x selama kehamilan, 2 kali dengan dokter kandungan untuk memantau keadaan ibu, dan rujuk bila dperlukan.
Download From Google Drive