Perbedaan Perkembangan Anak Stunting Dan Tidak Stunting Usia 2-5 Tahun Berdasarkan Denver II Di Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin Padang Tahun 2023
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Wahyuni, Sri
Advisor:
Febriani, Yelva
Medhyna, Vedjia
Medhyna, Vedjia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Perkembangan, balita, stunting..
DOI:
-
Abstract :
Pada tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,6%, sedangkan di Kota Padang mencapai 19,5%. Stunting, yang disebabkan oleh kekurangan gizi dalam jangka waktu lama, mengakibatkan gangguan perkembangan pada anak-anak di bawah usia lima tahun, termasuk perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa, dan personal sosial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan perkembangan anak-anak yang mengalami stunting dan yang tidak mengalami stunting dalam rentang usia 2-5 tahun, berdasarkan Denver II, di Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin Kota Padang pada tahun 2023. Jenis penelitian yang dilakukan adalah observasional dengan desain Case Control. Populasi yang diteliti terdiri dari 70 anak, di mana 35 anak (50%) mengalami stunting dan 35 anak (50%) tidak mengalami stunting. Dari populasi tersebut, 36 anak (51,4% ) adalah perempuan dan 34 anak (48,6%) adalah laki-laki. Rentang usia anak-anak adalah 2 tahun (40,0%), 3 tahun (34,3%), 4 tahun (22,9%), dan 5 tahun (2,9%). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling. Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami stunting memiliki tingkat gangguan perkembangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami stunting, dengan kategori suspect mencapai 34,3% pada anak-anak stunting dan 14,3% pada anak-anak tidak stunting. Perbedaan dalam gangguan perkembangan pada anak-anak stunting dan tidak stunting dalam kategori terlambat/delay secara berurut meliputi perkembangan personal sosial (11,4% vs 5,7%), bahasa (8,6% vs 2,9%), motorik halus (2,9% vs 0%), dan motorik kasar (2,9% vs 0%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan dalam perkembangan anak-anak yang mengalami stunting dan tidak mengalami stunting dalam rentang usia 2-5 tahun, meliputi perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa, dan personal sosial, dengan anak-anak stunting mengalami lebih banyak gangguan. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih lanjut terkait perkembangan pada anak-anak yang mengalami stunting.