Perbedaan Pengaruh Terapi Akupresur Dan Strategi 20-20-20 Terhadap Gejala Mata Lelah Pada Remaja Di MTSN 7 Tanah Datar Tahun 2023
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Nisa, Cindy Wahyu Khairun
Advisor:
Febrina, Cory
Juwita, Lisavina
Juwita, Lisavina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Mata Lelah, Terapi Akupresur, Strategi 20-20-20.
DOI:
-
Abstract :
Mata lelah merupakan masalah yang terjadi akibat mata yang terfokus pada objek jarak dekat dengan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh terapi akupresur dan strategi 20-20-20 terhadap mata lelah pada remaja di MTsN 7 Tanah Datar tahun 2023. Metode yang digunakan adalah quasi eksprimental, dengan rancangan two group pretest posttest dan teknik pengambilan sample purposive sampling dengan menggunakan uji t-test independen. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan uji Wilcoxon untuk pengaruh intervensi dan Man Whitney Test untuk perbedaan dua intervensi. Hasil analisa data univariat rata-rata mata lelah sebelum diberikan terapi akupresur adalah 21,27 dikategorikan kelelahan sedang dan rata-rata mata lelah sesudah diberikan terapi akupresur adalah 11,70 dikategorikan kelelahan ringan. Sementara itu rata-rata tingkat mata lelah sebelum diberikan stratetgi 20-20-20 adalah 20,33 dikategorikan kelelahan sedang dan rata-rata tingkat mata lelah sesudah diberikan strategi 20-20-20 adalah 11,18 dikategorikan kelelahan ringan. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh dari terapi akupresur dan strategi 20-20-20 terhadap mata lelah pada remaja dengan nilai kedua intervensi didapatkan p-value 0,000 serta dapat diketahui bahwa ada perbedaan yang signifikan antara terapi akupresur dan strategi 20-20-20 dengan p value 0,000. Dari kedua intervensi terapi akupresur lebih efektif dalam menurunkan mata lelah dengan selisih antara akupresur dan strategi 20-20-20 sebesar 2,72. Saran untuk responden yang mengalami mata lelah agar dapat melakukan terapi akupresur secara konsisten dan benar karena intervensi ini dapat mengurangi gejala mata lelah pada responden.