Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Nyeri Punggung Pada Siswa Jurusan Desain Pemodelan Informasi Bangunan Di SMK N 1 Kota Bukittinggi
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Azhari, Presdanti Komala
Advisor:
Febrina, Cory
Dewi, Ratna
Dewi, Ratna
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Terapi Relaksasi Otot Progresif, Nyeri Punggung.
DOI:
-
Abstract :
World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa di negara berkembang sebesar 33% penduduk mengalami nyeri punggung (Nurfajri et al., 2022). Riskesdas (2018) prevalensi penyakit muskuloskeletal adalah sebesar 7,3% (KemenKes RI, 2018). Data Dinkes kota padang (2014) keluhan muskuloskeletal merupakan peringkat keempat sebanyak 39.449 kasus (Lestari, 2019). Di SMK N 1 Bukittinggi sebanyak (92,3%) dari 52 siswa mengalami nyeri pada punggung. Tujuan umum penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap nyeri punggung pada siswa. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian quasi eksperimen, jumlah sampel 30 responden dilakukan pre tes dan post test desain selama 3 hari berturut turut pada siang hari selama 20 menit. Pengolahan data dilakukan menggunakan spss menggunakan uji shapiro wilk dan hasil hipotesa penelitian dengan uji wiloxon. Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa rata-rata nyeri punggung pada responden sebelum dilakukan intervensi adalah 3,50 (nyeri ringan), dan rata-rata nyeri punggung pada responden setelah dilakukan intervensi 1,63 (nyeri ringan). Hasil univariat menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata intensitas nyeri sebelum dan sesudah pemberian terapi relaksasi otot progresif di SMK N 1 Bukittinggi Tahun 2023 ( p=0,00) Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi relaksasi otot progresif berpengaruh signifikan pada penurunan intensitas nyeri responden. Oleh karena itu disarankan kepada pihak sekolah bisa menjadi terapi relaksasi otot progresif sebagai salah satu alternatif dalam mengurangi nyeri punggung pada siswa melalui UKS.