Kualitas Hidup Anak Berkebutuhan Khusus Di SLB Negeri 1 Kota Bukittinggi Tahun 2023
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Putri, Anita Nabila
Advisor:
Mariyana, Rina
Febrina, Cory
Febrina, Cory
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kualitas Hidup, Anak Berkebutuhan Khusus.
DOI:
-
Abstract :
Anak berkebutuhan khusus memiliki kualitas hidup yang buruk menurut WHO 72 % secara fisik, sosial, emosi dan juga perkembangan kognitif melalui proses belajar. Dari data tersebut berdasarkan survei anak berkebutuhan khusus memiliki kualitas hidup yang buruk dari segi fisik, emosi dan perasaan, sosial serta pendidikan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplor kualitas hidup anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri 1 Kota Bukittinggi Tahun 2023. Keterbaharuan dalam penelitian ini peneliti melakukan penelitian awal menggunakan metode kuantitatif dengan membagikan kuesioner kemudian melakukan penelitian secara kualitatif untuk mengeksplor kualitas hidup anak berebutuhan khusus. Jenis penelitian ini menggunakan Mixed methods dengan explanatory mixed methods yaitu penelitian yang menggabungkan penelitian kuantitatif dengan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini ditinjau dari jumlah anak di SLB Negeri 1 Bukittinggi sebanyak 52 orang untuk penelitian kuantitatif dengan metode pengambilan sampel total sampling. Penelitian kualitatif dengan jumlah partisipan 12 orang tua yang diambil dengan dengan menggunakan teknik purposive yaitu dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu sesuai kriteria dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan catatan lapangan. Hasil penelitian kuantitatif didapatkan lebih dari separuh anak berkebutuhan khusus memiliki kualitas hidup yang baik sebanyak 40 orang (76,9%) dan yang buruk 12 orang (23,1%). Hasil kualitatif didentifikasi adanya tema: aktivitas sehari-hari anak tunagrahita, respon emosi anak tunagrahita saat marah, perlakuan teman sebaya saat bersosialisasi dengan anak tunagrahita, kesulitan belajar anak tunagrahita. Anak berkebutuhan khusus tidak semua yang memiliki kualitas hidup yang buruk berdasarkan fungsi fisik, emosi, sosial dan pendidikan.