Pengaruh Terapi Seft Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Di Universitas Fort De Kock Bukittinggi
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Rukmawati, Loli
Advisor:
Fatmawati, Del
Febrina, Wiwit
Febrina, Wiwit
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Terapi SEFT, Kecemasan, Mahasiswa Tingkat Akhir.
DOI:
-
Abstract :
Di Indonesia prevalensi terkait gangguan kecemasan berdasarkan Riskesdas 2018 menunjukkan 6% untuk usia 15 tahun ke atas atau sekitar 14 juta penduduk di Indonesia mengalami gangguan mental emosional dengan gejala-gejala kecemasan dan depresi (Depkes, 2018). Terkait dengan mahasiswa dilaporkan bahwa 25% mahasiswa mengalami cemas ringan, 60% mengalami cemas sedang, dan 15% mengalami cemas berat. Tujuan umum penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi seft terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian quasi eksperimen, jumlah sampel 5 responden dengan pretest and postest desain. Untuk pemberian terapi SEFT selama 15 menit. Pengolahan data dilakukan dengan spss menggunakan uji shapiro wilk dan hasil hipotesa penelitian dengan uji wilcoxon. Hasil analisa univariat menunjukkan bahawa rata-rata kecemasan sebelum dilakukan intervensi adalah 18,00 (kecemasan sedang) sedangkan setelah dilakukan intervensi menggunakan terapi SEFT adalah 7,80 ( kecemasan ringan). Hasil univariat menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata kecemasan sebelum dan sesudah pemberian terapi seft di Universitas Fort De Kock Bukittinggi (p=0,00)