Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perilaku Seksual Pada Remaja Di SMP N 1 Panti Kabupaten Pasaman Timur Tahun 2022
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Fitri, Siska Aulia
Advisor:
Nurhayati
Syukri, Rahmat
Syukri, Rahmat
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pola Asuh Orang Tua, Perilaku Seksual.
DOI:
-
Abstract :
Berdasarkan survei yang dilakukan Centers For Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat pada tahun 2019 menyatakan sebanyak 38% remaja yang mengikuti survei memiliki perilaku penyimpangan seksual seperti pernah melakukan hubungan seksual diluar nikah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku seksual pada remaja di SMPN 1 Panti Kabupaten Pasaman Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian sebanyak 137 anak dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 58 anak. Instrumen penelitian berupa kuesioner pola asuh orang tua dengan perilaku seksual. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja memiliki perilaku seksual yang kurang aman yaitu sebanyak 40 orang (69,0%) dan mendapatkan pola asuh otoriter dari orang tuanya yaitu sebanyak 37 orang (63,8%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value sebesar 0,018 < (=0,05) dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 7,238. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara pola asuh orang tua dengan perilaku seksual pada remaja di SMP Negeri 1 Panti Kabupaten Pasaman Timur dan remaja yang mendapatkan pola asuh permisive mempunyai peluang 7 kali lebih besar memiliki perilaku seksual kurang aman daripada remaja yang mendapatkan pola asuh otoriter. Disarankan pihak sekolah dapat bekerja sama dengan puskesmas dan pelayanan kesehatan lainnya guna memberikan pendidikan kesehatan reproduksi kepada remaja serta memberikan nilai, norma, bagaimana meningkatkan pengetahun dan kontrol diri agar dapat terhindar dari perilaku seksual tidak aman maupun berisiko.