Analisis Kadar Total Flavonoid Sediaan Teh Herbal Dari Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Dan Kulit Kayu Manis (Cinnamomum Burmanii)
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Yeniza, Tresia Putri
Advisor:
Yesti, Yulia
Putra, Billy Harnaldo
Putra, Billy Harnaldo
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kulit buah naga merah, kulit kayu manis, , analisis kadar total flavonoid sediaan teh.
DOI:
-
Abstract :
Flavonoid adalah suatu metabolit sekunder yang tersebar dalam dunia tumbuhan dan merupakan salah satu golongan senyawa fenol yang tersebar. Flavonoid dan isoflavonoida adalah salah satu golongan senyawa metabolit sekunder yang tersebar secara meluas pada daerah tumbuh-tumbuhan, terdapat pada akar, ranting, bunga, buah, biji dan daun. Senyawa flavonoid banyak ditemukan sebagai zat warna alam berupa warna merah, kuning dan ungu. Warna-warna flavonoid ditimbulkan oleh sistem konjugasi elektron senyawa aromatik tersebut. Kandungan senyawa flavonoid sendiri dalam tanaman sangat rendah, yaitu sekitar 0,25%. Teh herbal adalah minuman teh yang tidak terbuat dari daun teh saja, namun juga dibuat dari ramuan bunga, daun, biji, akar, aau buah kering yang biasanya berkhasiat obat, menyegarkan, dan tidak mengandung kafein. Tujuan penelitian ini untuk menganaliis kadar total flavonoid pada sediaan teh herbal kulit buah naga merah (Hyocereus polyrhizus) dan kayu manis (Cinnamomum burmanii) menggunakan spektrofotometer UV-Vis.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kadar flavonoid total tertinggi dari perbandingan teh herbal kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) dengan kayu manis (Cinnamomum burmanii) yaitu terdapat pada perbandingan 5:5 0,383 % dari hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa kadar total flavonoid pada sediaan teh herbal kombinasi kulit buah naga merah dan kulit kayu manis rendah.