Analisis Kadar Flafonoid Sediaan Teh Herbal Kulit Buah Naga Merah (Hylocereuspolyrrhizus) Dan Daunmint (Mentha Piperita L.) Sebagai Antioksidan

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Octavianti, Novia
Advisor:
Yesti, Yulia
Andika, Miming
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kulit buah naga, daun mint, teh herbal, flavonoid.
DOI:
-
Abstract :
Antioksidan merupakan senyawa yang berfungsi untuk menetralisir senyawa yang teroksidasi dengan menangkap radikal bebas yang ada didalam tubuh sehingga dapat mencegah kerusakan sel yang dapat menimbulkan berbagai penyakit degeneratif. Buah naga merah merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan yang ditunjukkan dengan adanya senyawa flavonoid, vitamin C, vitamin E, terpenoid, dan saponin. Kulit buah naga merah dapat diolah menjadi teh herbal dengan menambahkan daun mint sebagai flavouring agent untuk menutupi flavour langu pada sediaan teh. Tujuan penelitian adalah menganalisis kadar flavonoid pada sediaan teh herbal kulit buah naga merah dan daun mint. Variasi formulasi kulit buah naga merah dengan daun mint adalah 1:0; 0:1; 9:1; 8:2; 7:3; 6:4; 5:5. Uji kadar flavonoid dilakukan menggunakan metoda Spektrofotometri UV-Vis. Data yang didapatkan dari hasil analisis kadar flavonoid teh herbal kulit buah naga merah dan daun mint menggunakan metoda standar deviasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulan bahwa kadar flavonoid tertinggi diperoleh dari formulasi 9:1, semakin banyak formulasi kulit buah naga merah maka semakin tinggi kadar flavonoid yang terkandung sehingga sehingga semakin tinggi pula aktivitas antioksidannya, dikarenakan salah satu manfaat dari senyawa flavonoid adalah sebagai antioksidan.Untuk peneliti selanjutnya disarankan menggunakan metoda freeze drying untuk pengeringan bahan berbasis antioksidan karena mudah teroksidasi.
Download From Google Drive