Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium Polyanthum (Wight) Walp) Pada Kreatinin Tikus Putih Jantan Yang Diinduksi Karbon Tetraklorida (CCL4)
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Jelita, Putri
Advisor:
Farnandi, Rido
Gusriyani, Sri
Gusriyani, Sri
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Gagal Ginjal, Daun salam, Kreatinin.
DOI:
-
Abstract :
Gagal ginjal terjadi ketika ginjal sudah tidak dapat mengeluarkan produk sisa
metabolismenya dan tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Daun salam mengandung senyawa flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan alami dan aktifitasnya sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas, jadi dibutuhkan antioksidan sebagai nefroprotektor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas ekstrak etanol daun salam menurunkan kadar kreatinin tikus putih jantan yang diinduksi karbon tetraklorida. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, dan penelitian ini bersifat true exsperimental menggunakan pre post test with control group design. Pembuatan ekstrak pada penelitian ini dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, hewan uji yang digunakan sebanyak 36 ekor tikus putih jantan yang dibagi secara acak menjadi 6 kelompok dengan dosis ekstrak yang digunakan adalah 350 mg/kgBB, 700 mg/kgBB dan 1.400 mg/kgBB serta vitamin E sebagai pembanding dan karbon tetraklorida 0,2% sebagai penginduksi. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa ekstrak daun salam dosis 350 mg/kgBB, 700 mg/kgBB dan 1.400 mg/kg/BB dapat menurunkan kadar kreatinin secara signifikan (p
metabolismenya dan tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Daun salam mengandung senyawa flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan alami dan aktifitasnya sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas, jadi dibutuhkan antioksidan sebagai nefroprotektor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas ekstrak etanol daun salam menurunkan kadar kreatinin tikus putih jantan yang diinduksi karbon tetraklorida. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, dan penelitian ini bersifat true exsperimental menggunakan pre post test with control group design. Pembuatan ekstrak pada penelitian ini dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, hewan uji yang digunakan sebanyak 36 ekor tikus putih jantan yang dibagi secara acak menjadi 6 kelompok dengan dosis ekstrak yang digunakan adalah 350 mg/kgBB, 700 mg/kgBB dan 1.400 mg/kgBB serta vitamin E sebagai pembanding dan karbon tetraklorida 0,2% sebagai penginduksi. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa ekstrak daun salam dosis 350 mg/kgBB, 700 mg/kgBB dan 1.400 mg/kg/BB dapat menurunkan kadar kreatinin secara signifikan (p