Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Lengkap Di Puskesmas Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Nazar, Rini
Advisor:
Noflidaputri, Resty
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Imunisasi Dasar Lengkap, Pengetahuan, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, Dukungan Keluarga, Motivasi Orang tua, Peran Petugas, dan KIE yang Tepat dan Memadai
DOI:
-
Abstract :
Cakupan imunisasi rutin lengkap nasional saat ini perlahan kembali meningkat
pasca pandemi COVID dari 84% pada tahun 2019 menjadi 94,9% pada tahun 2022
anak-anak indonesia sudah diimunisasi. Peningkatan tersebut diberi nilai bagus
tetapi belum cukup, sebab masih ada sekitar 5% atau 240.000 anak-anak Indonesia
yang belum mendapatkan perlindungan tambahan dari imunisasi dasar lengkap
artinya anak-anak tersebut masih berisiko tinggi terkena penyakit yang dapat
dicegah dengan imunisasi (PD3I). Kementerian Kesehatan menargetkan 100 persen
bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap (IDL) pada Tahun 2023. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan
Imunisasi dasar Lengkap di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Dareh Kabupaten
Dharmasraya Tahun 2024. Penelitian adalah penelitian observasional dengan
pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner
yang dilakukan pada bulan Desember 2024. Sampel sebanyak 82 orang yang
merupakan orang tua yang mempunyai anak di atas 12 bulan di wilayah kerja
Puskesmas Sungai Dareh tahun 2024. Analisis data dengan menggunakan uji chi
square. Hasil Penelitian Hasil uji statistik Chi-Square pada pengetahuan (0,000),
kejadian ikutan pasca imunisasi (1,000), dukungan keluarga (0,404), motivasi
orang tua (0,000), peran petugas (0,017), KIE yang tepat dan memadai (0,000),
maka dapat disimpulkan adanya hubungan pengetahuan, motivasi orang tua, peran
petugas, KIE yang tepat dan memadai dengan Imunisasi Dasar Lengkap.
Kesimpulan Didapatkan faktor yang berhubungan dengan imunisasi dasar lengkap
adalah pengetahuan, motivasi orang tua, peran petugas, dan KIE yang tepat dan
memadai. Disarankan pada Puskesmas dapat meningkatkan motivasi ibu dengan
cara menyusun kebijakan dan strategi program kesehatan terutama yang
berhubungan dengan program imunisasi dasar lengkap pada bayi dimasa akan
datang.
pasca pandemi COVID dari 84% pada tahun 2019 menjadi 94,9% pada tahun 2022
anak-anak indonesia sudah diimunisasi. Peningkatan tersebut diberi nilai bagus
tetapi belum cukup, sebab masih ada sekitar 5% atau 240.000 anak-anak Indonesia
yang belum mendapatkan perlindungan tambahan dari imunisasi dasar lengkap
artinya anak-anak tersebut masih berisiko tinggi terkena penyakit yang dapat
dicegah dengan imunisasi (PD3I). Kementerian Kesehatan menargetkan 100 persen
bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap (IDL) pada Tahun 2023. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan
Imunisasi dasar Lengkap di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Dareh Kabupaten
Dharmasraya Tahun 2024. Penelitian adalah penelitian observasional dengan
pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner
yang dilakukan pada bulan Desember 2024. Sampel sebanyak 82 orang yang
merupakan orang tua yang mempunyai anak di atas 12 bulan di wilayah kerja
Puskesmas Sungai Dareh tahun 2024. Analisis data dengan menggunakan uji chi
square. Hasil Penelitian Hasil uji statistik Chi-Square pada pengetahuan (0,000),
kejadian ikutan pasca imunisasi (1,000), dukungan keluarga (0,404), motivasi
orang tua (0,000), peran petugas (0,017), KIE yang tepat dan memadai (0,000),
maka dapat disimpulkan adanya hubungan pengetahuan, motivasi orang tua, peran
petugas, KIE yang tepat dan memadai dengan Imunisasi Dasar Lengkap.
Kesimpulan Didapatkan faktor yang berhubungan dengan imunisasi dasar lengkap
adalah pengetahuan, motivasi orang tua, peran petugas, dan KIE yang tepat dan
memadai. Disarankan pada Puskesmas dapat meningkatkan motivasi ibu dengan
cara menyusun kebijakan dan strategi program kesehatan terutama yang
berhubungan dengan program imunisasi dasar lengkap pada bayi dimasa akan
datang.