Uji Potensi Bawang Merah (Allium Cepa L) Terhadap Staphylococcus Aureus Melalui Studi Docking Moleculer

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Ulfa, Idel Maria
Advisor:
Saputra, Harry Ade
Putra, Fajrian Aulia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Staphylococcus aureus, Molecular Docking, Bawang Merah.
DOI:
-
Abstract :
Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang resisten terhadap banyak antibiotik terutama terhadap golongan betalaktam yang memiliki target terhadap dinding sel bakteri. Bawang merah digunakan sebagai obat tradisional karena mengandung senyawa yang mempunyai efek antiseptic, antimikroba, dan antibakteri. Molecular docking dapat memprediksi bagaimana protein (reseptor) berinteraksi dengan senyawa bioaktif (ligan). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat ligan, menganalisis interaksi ligan dengan reseptor dinding sel Staphylococcus aureus, dan menganalisis kuat ikatan antara ligan dan reseptor. jenis penelitian adalah pre experimental design berbasis komputer yang di lakukan secara in slico dari senyawa antibakteri pada bawang merah (Allium cepa L). dengan menggunakan perangkat lunak Autodock vina, Avogdro,Biovia Discovery Studio, Pymol, Dr. Duke's Phytochemical and Ethnobotanical Databases, PubChem.Analisis ini digunakan untuk interaksi antara ligan dan reseptor yang ditampilkan dalam bentuk tabel. Berdasarkan hasil yang diperoleh ligan Quercetin 3,4-DI-O-Beta-D-Gluoside, Dially Trisulfide, Dially Tetrasulfide, Dially Disulphide, dan Kamferol memiliki nilai afnitas energi pengikatan rendah sebagai antibakteri. sifat ligan ligan Quercetin 3,4-DI-O-Beta-D-Gluoside, Dially Trisulfide, Dially Tetrasulfide, Dially Disulphide, dan Kamferol terhadap sisi pengikatan pada protein Staphylococcus aureus rendah sebagai antibakteri. Pada ligan ligan Quercetin 3,4-DI-O-Beta-D Gluoside, Dially Trisulfide, Dially Tetrasulfide, Dially Disulphide, dan Kamferol terhadap protein Staphylococcus aureus dapat berinteraksi dengan asam amino dan membetuk ikatan van der waals, ikatan hidrogen. Ikatan antara ligan ligan Quercetin 3,4-DI-O-Beta-D-Gluoside, Dially Trisulfide, Dially Tetrasulfide, Dially Disulphide, dan Kamferol dengan reseptor Staphylococcus aureus memiliki nilai affinitas pengikat yang rendah sebagai antibakteri.
Download From Google Drive