Karakterisasi Dan Uji Aktivitas Antijamur Fraksi Daun Gambir (Uncaria Gambir (W.Hunter) Roxb.) Terhadap Malassezia Furfur

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Saskia, Afreni Nessa
Advisor:
Saputra, Harry Ade
Andika, Miming
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Gambir, katekin, fraksi, Malassezia furfur.
DOI:
-
Abstract :
Gambir merupakan tanaman khas dari Sumatera Barat yang menjadi komoditas unggulan dengan tujuan pasar ekspor. Gambir memiliki kandungan senyawa aktif yaitu katekin yang berpontensi sebagai antioksidan, antibakteri, antijamur, dan sebagai hormon. Kandungan katekin yang tinggi pada gambir sangat dipengaruhi oleh proses ekstraksi yang dilakukan. Jamur Malassezia furfur dapat menyebabkan masalah pada kulit seperti ketombe, prevalensi ketombe di Indonesia cukup tinggi. Dengan penggunaan ekstrak gambir diharapkan dapat menghambat pertumbuhan Jamur Malassezia furfur. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakterisasi fraksi daun gambir (Uncaria gambir (W.Hunter) Roxb.) dan aktivitas antijamurnya terhadap Malassezia furfur. Proses fraksinasi dilakukan dengan menggunakan perbandingan pelarut E1 = etil asetat : etanol (0 : 1), E2 = etil asetat : etanol (1 : 0), E3 = etil asetat :etanol (3 : 2), dan E4 = etil asetat : etanol (4 : 1) dengan metode maserasi. Karakterisasi dilakukan dengan metode KLT juga Spektrofotometri UV-Vis dan uji aktivitas antijamur menggunakan metode sumuran. Produk katekin yang didapatkan mempunyai kemurnian yang mirip dengan standar katekin yang dibuktikan dengan hasil KLT adanya noda tunggal pada masing-masing fraksi dan standar katekin dengan nilai Rf yang sama yaitu 0,5 dengan kadar katekin paling tinggi pada fraksi E1 yaitu 96,12 %. Hasil uji kruskal wallis didapatkan nilai p (signifikansi) 0,074 > 0,05 artinya H0 diterima yang mana secara umum tidak ada perbedaan yang signifikan pada aktivitas antijamur semua fraksi E1 (1%), E2 (1%), E3 (1%), dan E4 (1%). Kontrol positif (ketoconazole 2%) yang memiliki kategori zona hambat sangat kuat dan semua fraksi dengan kategori zona hambat lemah. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi daun gambir yang didapatkan mempunyai karakterisasi yang baik dan termasuk gambir mutu I, juga mempunyai potensi sebagai antijamur tetapi tidak efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Malassezia furfur dibandingkan dengan kontrol positif (ketoconazole).
Download From Google Drive