Asuhan Keperawatan Anak Pada An.G Dengan Gangguan Sistem Pernafasan : Bronkopneumonia Di Ruang Anak Rsud M.Natsir Solok
Categorie(s):
Karya Ilmiah Akhir Ners
Author(s):
Alhagusyah, Azzikah Rohimah
Advisor:
Adriani
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Bronkopneumonia, terapi minyak kayu putih, posisi semi fowler, kompres Hangat
DOI:
-
Abstract :
Bronchopneumonia pada anak merupakan suatu infeksi paru yang biasanya menyerang bronkeoli terminal. Bronkeoli terminal tersumbat oleh eksudat mukopurulen yang membentuk bercakbercak konsolidasi di lobuli yang bersebelahan. Penyakit ini kerap bersifat sekunder, menyertai peradangan saluran pernafasan atas, demam peradangan yang spesifik serta penyakit yang melemahkan daya tahan tubuh.
Tingginya kasus anak yang mengalami Bronkopneumonia, menunjukkan pentingnya pemberian intervensi yang tepat untuk menangani permasalahan yang ditimbulkan oleh Bronkopneumonia, untuk mencapai hasil perawatan yang baik, diperlukan implementasi eviden-based nursing dengan terapi non farmakologi : Terapi Uap Air Panas dan Minyak Kayu Putih untuk mengurangi batuk dan mengeluarkan sekret , perubahan posisi terhadap pola napas pada pasien gangguan pernapasan, dan menurunkan demam dengan kompres hangat pada anak.
Setelah dilakukan intervensi yang diberikan secara teratur batuk dan sekret sudah mulai berkurang, . Frekuensi nafas turun dari 63 menjadi 29 kali per menit. suhu tubuh turun 38,7 menjadi 36,3. Terapi farmakologi dan non farmakologi yang dilakukan selama 4 hari rawatan pasien sudah mulai membaik.
Tingginya kasus anak yang mengalami Bronkopneumonia, menunjukkan pentingnya pemberian intervensi yang tepat untuk menangani permasalahan yang ditimbulkan oleh Bronkopneumonia, untuk mencapai hasil perawatan yang baik, diperlukan implementasi eviden-based nursing dengan terapi non farmakologi : Terapi Uap Air Panas dan Minyak Kayu Putih untuk mengurangi batuk dan mengeluarkan sekret , perubahan posisi terhadap pola napas pada pasien gangguan pernapasan, dan menurunkan demam dengan kompres hangat pada anak.
Setelah dilakukan intervensi yang diberikan secara teratur batuk dan sekret sudah mulai berkurang, . Frekuensi nafas turun dari 63 menjadi 29 kali per menit. suhu tubuh turun 38,7 menjadi 36,3. Terapi farmakologi dan non farmakologi yang dilakukan selama 4 hari rawatan pasien sudah mulai membaik.