Analisis Pemetaan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita Di Kecamatan Pariaman Timur Tahun 2020-2022
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Sajidah, Annisa Taufiqus
Advisor:
Yasril, Abdi Iswahyudi
Husna, Riyana
Husna, Riyana
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
ISPA, Rumah Sehat, Merokok, Imunisasi, Gizi Balita.
DOI:
-
Abstract :
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama tingkat kesakitan dan kematian akibat penyakit menular di dunia. Salah satu penyakit yang paling umum melakukan konsultasi atau perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan, terutama dalam layanan kesehatan anak adalah pasien ISPA. Insiden rate kasus ISPA pada balita di Kecamatan Pariaman Timur mengalami peningkatan, pada tahun 2020 sebanyak 44,72 dan meningkat ditahun 2021 menjadi 52,72 dan tahun 2022 sebanyak 57,65. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pemetaan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita di Kecamatan Pariaman Timur Tahun 2020-2023. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan spasial(keruangan). Sampel pada penelitian ini adalah seluruh balita di Kecamatan Pariaman Timur yang terkena ISPA dan tercatat di Dinas Kesehatan Kota Pariaman selama tahun 2020-2022. Pengumpulan data dilakukan melalui data sekunder dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas mengenai kasus dan variable-variabel yang di teliti. Analisa data dilakukan secara bivariat dan pemetaan. Berdasarkan hasil uji statistic menunjukkan tidak ada hubungan antara rumah sehat, kebiasaan merokok anggota keluarga, pemberian imunisasi dasar kepada balita dan status gizi balita dengan Kejadian ISPA pada balita di Kecamatan Pariaman Timur Tahun 2020-2022. Dari analisis distribusi pemetaan didapatkan bahwa kejadian ISPA di kota pariaman selalu meningkat dari tahun 2020-2022 dan ditemukan bahwa wilayah yang paling tinggi resiko kejadian ISPA pada balita adalah Desa Pakasai dan Kampung Tangah. Bagi Masyarakat, perlu peningkatan upaya pencegahan ISPA pada balita, seperti tidak merokok di dalam rumah, melengkapi imunisasi pada balita, dan memenuhi gizi balita dalam rangka pencegahan dan pengendalian ISPA pada balita.