Faktor Yang Berhubungan Dengan Stigma Masyarakat Terhadap Penderita Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Pariangan Kabupaten Tanah Datar Tahun 2023
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Kurniawan, Rico
Advisor:
Athosra
Novela, Vina
Novela, Vina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, Pendidikan, Stigma, Tuberkulosis, Usia.
DOI:
-
Abstract :
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar, jumlah terduga tuberkulosis yang mendapatkan pelayanan sesuai standar pada tahun 2021 sebanyak 1.292 kasus. Karena tuberkulosis paru merupakan penyakit yang berbahaya dan menular maka memberikan stigma tertentu bagi masyarakat terhadap penderita. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stigma masyarakat terhadap penderita tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Pariangan Kabupaten Tanah Datar tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tidak menderita tuberkulosis berusia 18 tahun yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Pariangan sebanyak 6.553 orang. Sampel dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus slovin didapatkan jumlah sampel 98 responden. Data di analisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh 53,1% responden memiliki stigma negative terhadap penderita Tuberkulosis, 51,0% responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik, 53,1% responden berusia 18 tahun (dewasa awal), 54,1% responden memiliki tingkat pendidikan rendah. Hasil uji statistic menunjukkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan (p-value = 0,000; OR = 6,262), usia (p-value = 0,047, OR = 2,468), dan tingkat pendidikan (p-value = 0,003; OR = 3,838) dengan kejadian Tuberkulosis. Kesimpulan penelitian bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan dan usia dengan kejadian Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Pariangan Kabupaten Tanah Datar tahun 2023. Saran, kepada masyarakat untuk menghilangkan diskriminasi dan stigma pada penderita TB dengan meningkatkan pengetahuan yang dilakukan secara mandiri dengan menggali informasi baik dari media online maupun offline tentang penyakit tuberkulosis.