Analisis Pengalaman Pengasuhan Orangtua Yang Memiliki Anak Stunting Di Nagari Tarantang Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2023
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Ranti, Lovina Azzara Dwi
Advisor:
Hasnita, Evi
Novela, Vina
Novela, Vina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stunting, Komponen Input/Proses/Output.
DOI:
-
Abstract :
Analisis Pengalaman Pengasuhan yang Memiliki Anak Stunting di Nagari Tarantang Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2023 penting untuk dilakukan. Bahwa daerah Kabupaten Lima Puluh Kota berada dalam keadaan surplus pangan atau bahan pangan yang berlebih dalam penggunaannya. Sementara itu, Nagari Tarantang pernah menjadi lokus stunting pada tahun 2021 (hasil wawancara dengan pemegang program gizi puskesmas). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis pengalaman pengasuhan orangtua yang memiliki anak stunting di Nagari Tarantang, Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengamatan (observasi), wawancara mendalam dengan partisipan (indepth interview). Teknik pengolahan data dalam penelitian ini bersifat narasi/teks. Partisipan dalam penelitian ini dengan kriteria inklusi (orangtua yang memiliki anak stunting, kepala puskesmas tanjung pati, wali nagari tarantang, wali nagari tarantang, serta orangtua yang mayoritas melakukan pengasuhan). Sementara kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah orangtua yang memiliki gangguan pendengaran. Hasil komponen input disimpulkan bahwa rendahnya tingkat ekonomi, tingkat pengetahuan, ketersediaan pangan yang terbatas, tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan terjadinya stunting pada anak. Pada komponen proses telah dilakukan dengan baik dan maksimal dalam percepatan penurunan stunting. Kemudian dari komponen output keberlanjutan pemberian makanan tambahan meningkatkan upaya penylhan dan kegiatan edukasi/ kesehatan ibu dan anak lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini yang dapat dilihat dari komponen input, proses dan output adalah terjadinya stunting pada anak balita di Nagari Tarantang bukan berasal dari kurangnya sarana dan prasarana, tenaga kesehatan/SDM serta kebijakan percepatan penurunan stunting, tetapi lebih utama dari kurangnya kesadaran , pengetahuan ibu yang memiliki anak stunting. Untuk itu diharapkan kepada semua pihak mulai dari komponen input, proses dan output agar saling membantu dan berkolaborasi secara bersama sama dalam upaya percepatan penurunan stunting di Nagari Tarantang, Kabupaten Lima Puluh Kota