Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Talu Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2022
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Sari, Lidia Puspita
Advisor:
Mardiah, Ainal
Nengsih, Widya
Nengsih, Widya
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stunting, BBLR, Anemia, Imunisasi, KEK.
DOI:
-
Abstract :
Prevalensi balita stunting lebih tinggi pada kelompok usia 24-59 bulan tahun 2019 yaitu 31,9% (sangat pendek) dan 62,2% (pendek). Dari 19 Puskesmas, Puskesmas Talu kejadian stunting tertinggi yaitu 22, 48%. Faktor resiko stunting adalah BBLR, riwayat anemia, kelengkapan imunisasi dan riwayat KEK. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Talu Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2022. Jenis penelitian deskriptif analitik, desain case kontrol, bersifat retrospective. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2023 s/d Juni 2023. Populasi anak balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Talu dari bulan Januari sd Desember 2022. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan perbandingan 1:1, sampel kasus 74 orang dan sampel kontrol 74 orang. Data diolah secara komputersasi, dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistic chi-square. Hasil penelitian kelompok kasus terdapat lebih dari separuh 64 (86,5%) responden tidak BBLR dan dari kelompok kontrol terdapat lebih dari separuh 69 (93,2%) responden tidak BBLR, kelompok kasus terdapat lebih dari separuh 40 (54,1%) responden anemia saat hamil dan kelompok kontrol terdapat 53(71,6%) responden tidak anemia, kelompok kasus terdapat lebih dari separuh 65 (87,8%) responden mendapatkan imunisasi lengkap dan kelompok kontrol terdapat lebih dari separuh 63 (85,1%) responden mendapatkan imunisasi lengkap, kelompok kasus terdapat lebih dari separuh 41 orang (55,4%) responden yang memiliki riwayat KEK dan kelompok kontrol terdapat lebih dari separuh 49 (66,2%)responden yang memiliki riwayat tidak KEK. Hasil uji Chi Square Ada hubungan signifikan antara riwayat anemia (0,003) OR = 0,337 dan riwayat KEK (0,013) OR = 0,411 dengan kejadian stunting dan tidak ada hubungan signifikan antara BBLR (0,276) OR = 0,464 dan kelengkapan imuniasi (0,810) OR = 0,793 dengan kejadian stunting. Kesimpulannya ada hubungan signifikan antara riwayat anemia dan riwayat KEK dengan kejadian stunting. Diharapkan puskesmas dapat memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting sedari dini, mulai remaja hingga ibu hamil.