Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dan Self Efficacy Dengan Pencegahan Perilaku Beresiko HIV/AIDS Pada Remaja Di SMKN 1 Kota Bukittinggi Tahun 2020
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Handayani, Mira Lesti
Advisor:
Zuraida
Yanti, Cici Apriza
Yanti, Cici Apriza
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan,Sikap,Self efficacy,Pencegahan Perilaku Beresiko HIV/AIDS.
DOI:
-
Abstract :
HIV terus menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang utama diseluruh dunia diperkirakan 2.100 orang berusia 10-19 tahun hidup dengan HIV.Di Indonesia jumlah remaja usia 15-19 tahun terinfeksi HIV Penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan Pengetahuan,Sikap,dan Self Efficacy Dengan Pencegahan Perilaku Beresiko HIV/AIDS.Berdasarkan survey awal yang dilakukan peneliti terhadap 15 siswa tanggal 12 Januari 2020,yang memiliki latar belakang suku, agama, dan sosial berbeda 10 orang mengatakan bahwa mereka memiliki pengetahuan yang kurang tentang HIV/AIDS. Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional Study. Populasi penelitian seluruh Siswa Kelas XI dan XII SMKN N 1 Kota Bukittinggi yang berjumlah 697 orang. sampel yang diambil sebanyak 97 orang, teknik pengambilan sampel sistematik Random sampling, instrument penelitian menggunakan kuesioner, pengolahan data dengan SPSS,dan analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini terdapat 77 responden (79,4,%) Pengetahuan yang rendah Terhadap Pencegahan Perilaku Beresiko HIV/AIDS, Dengan pvalue= 0,012 OR = 4,452, Jadi Terdapat hubungan antara pengetahuan Terhadap Pencegahan perilaku beresiko HIV/AIDS pada remaja di SMKN 1 kota Bukittinggi. Terdapat 86 responden (88,7%) yang self efficacynya negative Terhadap Pencegahan perilaku Beresiko HIV/AIDS,dengan pvalue= 0,035 OR = 5,959 disimpulkan Terdapat hubungan antara Self Efficacy dengan Pencegahan perilaku beresiko HIV/AIDS pada remaja di SMKN 1 kota Bukittinggi. Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan dan self Efficacy sangat berpengaruh terhdap remaja, untuk menghindari perilaku beresiko tersebut, diharapkan Pihak sekolah mmeberikan edukasi tentang dampak dari perilaku beresiko HIV/AIDS,dan mendukug seluruh siswa untuk mencari tau secara menyeluruh apa itu HIV/AIDS.