Analisis Faktor Penyebab Kematian Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Ambacang Kota Padang Tahun 2022

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Verawati
Advisor:
Hasnita, Evi
Oktavianis
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Serotinus, BBLR, Prematur dan Primigravida, Pre eklampsia, Asfiksia, Kelainan kongenital.
DOI:
-
Abstract :
Dilihat dari lima tahun terakhir, kejadian kematian bayi di Kota Padang cenderung meningkat setiap tahunnya. Laporan kasus menunjukkan bahwa penyebab kejadian kematian bayi di Kota Padang pada tahun 2018 diantaranya yaitu BBLR, asfiksia, kelainan bawaan, sepsis, diare, pneumonia, dan sebab lain. Selanjutnya berdasarkan laporan, penyebab kejadian kematian neonatal di Kota Padang pada tahun 2021 diantaranya yaitu BBLR, asfiksia, tetanus neonatorum, sepsis, kelainan bawaan, dan lain lain. Data dari laporan kasus kejadian kematian bayi di Kota Padang pada tahun 2022, kasus paling tinggi terjadi di wilayah kerja puskesmas Ambacang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kejadian kematian bayi di wilayah kerja Puskesmas Ambacang Kota Padang tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui wawancara mendalam (indepth interview) kepada orang tua bayi dan petugas-petugas terkait. Populasi penelitian ini adalah kejadian kematian bayi di wilayah kerja Puskesmas Ambacang Kota Padang tahun 2022 yaitu 11 kasus kematian bayi dimana 3 diantaranya merupakan kasus kematian bayi kembar tiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab kematian bayi di wilayah kerja Pusksesmas Ambacang tahun 2022 yaitu serotinus, BBLR, prematur dan primigravida, pre eklampsia, persalinan dengan partus lama, asfiksia, kelainan kongenital (dalam kasus ini usus bocor), posisi bayi melintang dan memaksa melahirkan cara normal, ketuban pecah dini, dan terdapat cairan dalam paru-paru bayi.
Download From Google Drive