Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Cakupan Imunisasi Booster Di Wilayah Kerja Puskesmas Ulak Karang Kota Tahun 2023
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Forianti, Susi
Advisor:
Hasnita, Evi
Nurhayati
Nurhayati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Imunisasi Booster, Faktor cakupan imunisasi booster.
DOI:
-
Abstract :
Cakupan balita yang mendapatkan imunisasi lanjutan/ booster (DPT-HB-Hib dan campak) pada tahun 2019 adalah 75,95%, cakupan terendah adalah Puskesmas Ulak Karang yaitu sebesar 23,1% dan 23,4%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Faktor - faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Cakupan Imunisasi Booster di Wilayah Kerja Puskesmas Ulak Karang Padang Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain cross sectional. Variabel dependent cakupan imunisasi booster dan variabel independent pengetahuan, sikap, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan. Penelitian telah dilakukan pada Desember 2022 Juli 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Ulak Karang. Populasi adalah seluruh ibu yang mempunyai balita usia 2 s/d 5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Ulak Karang Padang Tahun 2022 berjumlah 561 orang, dengan teknik purposif sampling berjumlah 85 orang. Data diolah secara komputerisasi, dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistic chi square. Hasil penelitian lebih dari separuh 51,8% responden tercapai cakupan imunisasi booster, lebih dari separuh 49,4% respoonden berpengetahuan kurang baik, lebih dari separuh 56,5% responden memiliki sikap negatif, lebih dari separuh 45 orang 52,9% responden memiliki dukungan keluarga baik, lebih dari separuh 64,7% responden memiliki dukungan tenaga kesehatan baik. Hasil uji statistik Chi Square yaitu ada hubungan signifikan dengan cakupan imunisasi booster, p value < 0,05 yaitu pengetahuan (0,000), sikap (0,000), dukungan tenaga kesehatan (0,000). Tidak ada hubungan signifikan dengan kunjungan balita, p value > 0,05 yaitu dukungan keluarga (0,107) Kesimpulan penelitian ini ada hubungan signifikan dengan cakupan imunisasi booster dengan pengetahuan, sikap, dan dukungan tenaga kesehatan. Diharapkan puskesmas dapat memberikan edukasi pada ibu balita akan pentingnya mendapatkan imunisasi booster.