Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2023

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Annisa
Advisor:
Hasnita, Evi
Nurhayati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stunting, Balita, Bukittinggi.
DOI:
-
Abstract :
Hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 melaporkan bahwa di tahun 2022 prevalensi kejadian stunting di Indonesia adalah 21,6. Kejadian stunting di Provinsi Sumatera Barat di tahun 2022 menurut hasil SSGI (2022) adalah 25,2% dan angka ini menempatkan Sumatera Barat berada pada urutan 14 sedangkan prevalensi kejadian stunting di Kota Bukittinggi adalah sebesar 16,8%. Berdasarkan dari survey data awal yang di dapatkan prevelensi kejadian stunting pada bulan Januari-Agustus tahun 2022 di kelurahan cakupan wilayah kerja Puskesmas Tigo Baleh paling tinggi terjadi dikelurahan Aur Kuning sebanyak 74 orang. Tujuan penelitian untuk mengatahui faktor faktor yang berhubungan dengan Kejadian stunting Pada Balita usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode case control dengan pendekatan retrospektif study dengan populai seluruh balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tigo Baleh yaitu sebanyak 1.564 balita. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling sebanyak 64 balita stunting. Hasil penelitian (56,3%) responden berpengetahuan tinggi, (56,3%) balita dengan pola makan baik, (59,4%) balita dengan riwayat penyakit infeksi kategori jarang, (54,7%) responden adalah balita yang diberikan ASI, (57,8%) peran petugas kesehatan termasuk kategori baik. Analisa bivariate didapatkan hubungan antara pengetahuan dengan kejadian stunting (p-value = 0,006), adanya hubungan pola makan dengan kejadian stunting (p-value = 0,000), adanya hubungan penyakit infeksi dengan kejadian stunting (p-value= 0,0222), adanya hubungan ASI Eksklusif dengan kejadian stunting (p-value 0,045) dan adanya hubungan peran petugas kesehatan dengan kejadian stunting (p-value = 0,011). Kesimpulan adanya hubungan pengetahuan , pola makan, riwayat penyakit infeksi, ASI dan peran petugas terhadap kejadian stunting. Disarankan hasil penelitian ini dapat menambah dan memberi masukan serta sebagai bahan acuan dalam memahami dan pencegahan stunting pada balita
Download From Google Drive