Faktor Yang Berhubungan Dengan Ruptur Perineum Pada Ibu Bersalin Di PMB Wilayah Kerja Puskesmas Kinali Pasaman Barat Tahun 2023

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Marlina, Desi
Advisor:
Fitri, Nina
Meilinda, Vittria
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Ruptur Perenium, paritas, teknik meneran.
DOI:
-
Abstract :
Salah satu masalah yang terjadi pada ibu bersalin yaitu rupture perenium. Berdasarkan data SDKI (2020) terdapat 40% mengalami rupture perineum dan tahun 2021 masalah robekan perineum cukup banyak yaitu 50% kejadian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor yang Berhubungan dengan Ruptur Perineum pada Ibu Bersalin di PMB Wilayah Kerja Puskesmas Kinali Pasaman Barat Tahun2023. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan desain Deskriptif Analitik dan metode observasional. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sd Juli tahun 2023 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang berjumlah 35 orang dengan teknik accidental sampling. Data yang digunakan yaitu data primer. Data diolah dengan system komputerisasi mengguanakan aplikasi SPSS dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian Terdapat 15 orang (42,9%) responden yang mengalami rupture perineum pada saat persalinan, 13 orang (37,1%) responden dengan paritas primigravida, 15orang (42,9%) responden yang saat persalinan teknik menerannya kurang baik dan 20 orang (57,1%) responden dengan jarak kelahiran beresiko. Hasil terdapat hubungan paritas (p=0,038), teknik meneran (p=0,005) dan jarak kelahiran (p=0,007) dengan rupture perenium di PMB Wilayah Kerja Puskesmas Kinali Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2023. Kesimpulan terdapat hubungan paritas, teknik meneran dan jarak kelahiran dengan rupture perenium. Untuk itu disarankan kepada petugas kesehatan upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu selama hamil tentang teknik meneran sehingga bisa mencegah terjadinya komplikasi pada saat persalinan salah satunya yaitu rupture perenium.
Download From Google Drive