Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Pandan Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi Tahun 2023

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Maitari
Advisor:
Kasoema, Rahmi Sari
Amalina, Nurul
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
PHBS, Asi Eklusif, Status Ekonomi, IMD, BBLR, Dan Pola makan.
DOI:
-
Abstract :
Berdasarkan Hasil Study Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 mengatakan bahwa Provinsi Jambi berada pada urutan ke-28 dari 34 provinsi di Indonesia dengan prevalensi kasus stunting sebesar 18.0%. Kabupaten Sarolangun prevalensi angka stunting 16,8%. prevalensi tertinggi Kecamatan Limun wilayah kerja Puskesmas Pulau Pandan sebanyak (21,34%)Prevalensi terendah di kecamatan Pauh di wilayah kerja puskesmas Pauh sebanyak (1.88%).Penelitian bertujuan untuk mengetahui Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pulau pandan Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Case Control.Variabel independen adalah BBLR,ASI Ekslusif, PHBS,Status Ekonomi, dan pola makan, kemudian variabel dependen balita stunting. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2023 s/d Agustus 2023. Sampel adalah 86 balita orang.Instrument penelitian menggunakan kuesioner yang diolah dengan uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukan bahwa separoh kelompok kasus mengalami BBLR sebanyak 38 orang (88,4%), lebih dari separoh responden kasus yang tidak ASI Ekslusif sebanyak 36 orang (83,7%), lebih dari separoh kelompok kasus yang PHBS kurang sebanyak 30 orang (69,8%), lebih dari separoh kelompok kasus yang status ekonomi rendah sebanyak 30 orang (69,8%), bahwa lebih dari separoh kelompok kasus yang tidak mendapat IMD sebanyak 34 orang (79,1%), lebih dari separoh kelompok kasus yang memiliki pola makan tidak tepat sebanyak 36 orang (83,7%), ada hubungan BBLR dengan kejadian stunting (p value< 0,05 ; OR =1 ; 95% CI = 4.189-39.260), ada hubungan ASI Ekslusif dengan stunting statistik (p value< 0,05 ; OR =1 ; 95% CI = 307-290), ada hubungan PHBS dengan stunting (p value< 0,05 ; OR =1 ; 95% CI = .094-.573), ada hubungan ekonomi denga stunting (p value< 0,05 ; OR =1 ; 95% CI = .094-.573), ada hubungan IMD denga sunting statistik (p value< 0,05 ; OR =1 ; 95% CI = . 074-.074), ada hubungan pola makan dengan stunting statistik (p value< 0,05 ; OR =1 ; 95% CI = .062-.463). Disarankan untuk ibu yang memiliki Balita untuk lebih memperhatikan faktor Stunting pada anak seperti pemberian ASI, PHBS, dan Pola makan yang tepat.
Download From Google Drive