Analisis Penyebab Perilaku Kekerasan Anak Usia Sekolah Dasar Kelas V dan VI SD Trisula Perwari Bukittinggi Tahun 2016
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Dahliawati
Advisor:
Hasnita, Evi
Oktavianis
Oktavianis
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Analisis, Perilaku Kekerasan, Anak Usia Sekolah Dasar.
DOI:
-
Abstract :
Komisi perlindungan anak (KPAI) menyatakan, kekerasan anak pada anak selalu meningkat setiap tahun. Hasil monitoring dan evaluasi KPAI tahun 2012 di 9 provinsi menunjukkan bahwa 91 persen anak menjadi korban kekerasan di lingkungan keluarga, 87,6 persen di lingkungan sekolah dan 17,9 persen di lingkungan masyarakat. 78,3 persen anak menjadi pelaku kekerasan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis penyebab perilaku kekerasan anak usia sekolah dasar kelas V dan VI SD Trisula Perwari Bukittinggi Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan bulan September tahun 2016 di SD Trisula Perwari Bukittinggi. Dengan Jumlah sampel 15 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data diperoleh dari wawancara, kemudian analisis data menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini adalah penyebab perilaku kekerasan anak uasia sekolah dasar (1) pola asuh orang tua, (2) lingkungan sekolah, (3) menonton tayangan kekerasan di televisi, (4) penyebab utama perilaku kekerasan anak adalah pola asuh orang tua, menonton tayangan kekerasan dan teman sebaya. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah pola asuh orang tua memepengaruhi perilaku anak, pola asuh yang terlalu keras membuat anak menirukan apa yang mereka lakukan pada anak. Lingkungan teman sebaya menjadi tempat bagi anak mencontoh perilaku kekerasan, anak yang suka melakukan kekerasan kepada teman yang lain juga akan ditiru oleh teman yang lain. menonton tayangan kekerasan di televisi dapat dicontoh anak-anak untuk dilakukan di lingkungan dengan menirukan gaya yang di tonton oleh anak. Saran bagi orang tua diharapkan dapat mendampingi anak dalam kegiatannya. Orang tua harus tahu apa yang mereka lakukan berdampak pada anak. Guru juga harus mendampingi siswa dalam kegiatan di sekolah. Menjadi tempat bagi siswa untuk bercerita.