Hubungan Pertambahan Berat Badan, Lingkar Lengan Atas Dan Kadar Hb Ibu Hamil Trimester III Dengan Kejadian Bblr Di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi 2016

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Magfiroh, Nurlaila
Advisor:
Rifdi, Febriniwati
Femelia, Welly
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Pertambahan Berat Badan Ibu Hamil, Lingkar Lengan Atas, Hb, BBLR.
DOI:
-
Abstract :
Menurut Profil Kesehatan Indonesia kasus BBLR di Indonesia tahun 2014 sebanyak 10,2%, penyebab kasus BBLR antara lain anemia, kekurangan energi kronis dan kenaikan berat badan ibu selama hamil (status gizi), terdapat 37,1% ibu hamil anemia, dengan proporsi yang hampir sama antara di kawasan perkotaan (36,4%) dan perdesaan (37,8%). Terjadi peningkatan proporsi ibu hamil dengan KEK dari 31,3% tahun 2010 menjadi 38,5% tahun 2013. Data di Puskesmas Tigo Baleh kejadian BBLR di tahun 2015 sebanyak 15 kasus dari 578 bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pertambahan berat badan, lingkar lengan atas dan kadar hb ibu hamil trimester III dengan kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2016. Jenis penelitian ini bersifat Retrospektif dengan desain penelitian deskriptif analitik. Penelitian ini di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi 25 Juli-30 Agustus Tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 578 bayi baru lahir dengan jumlah sampel 45. Pengolahan data dilakukan secara komputerisasi dan analisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis univariat menunjukkan 86,6% bayi lahir BBLR dari ibu dengan riwayat pertambahan berat badan tidak normal, 40% bayi lahir BBLR dari ibu dengan riwayat KEK, 60% bayi lahir BBLR dari ibu dengan riwayat anemia. Hasil analisis statistik Chi-Square diperoleh ada hubungan pertambahan berat badan p= 0,000<0,05, KEK p=0,048<0,05, anemia p=0,009<0,05 dengan kejadian BBLR. Berdasarkan hasil penelitian ketiga variabel berhubungan terutama pada pertambahan berat badan. Pada ibu hamil diharapkan agar menjaga asupan gizi selama masa kehamilan. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan informasi kesehatan pada ibu yang beresiko melahirkan BBLR.
Download From Google Drive