Gambaran Faktor Risiko Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Parit Rantang Kota Payakumbuh Tahun 2022

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Izdihar
Advisor:
Fatma, Fitria
Novela, Vina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Balita, Diare, Sumber Air.
DOI:
-
Abstract :
Pada tahun 2019 terdapat kasus diare di Kota Payakumbuh sebanyak 1.674
kasus (24,7%) dari target semua penderita ditangani 100%. Sedangkan di wilayah kerja Puskesmas Parit Rantang cakupan pelayanan anak balita menurut jenis kelamin yang mendapatkan pelayanan minimal 8 kali yaitu sebanyak 887 (75,9%). Kasus diare bayi dan balita yang ditangani yaitu sebanyak 391 (53,3%). Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 823 balita di wilayah kerja Puskesmas Parit Rantang. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai bulan Februari tahun 2022. Sampel penelitian ini sebanyak 28 orang balita. Pengambilan sampel dengan purposive sampling, data dianalisis secara Univariat. Hasil analisis univariat diperoleh kasus diare terbanyak terjadi dikelurahan Padangdata Tanahmati sebanyak 9 kasus (32,1%), terbanyak terjadi pada balita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 15 kasus (53,6%), paling banyak terjadi pada kelompok umur balita kurang dari 1 tahun sebanyak 11 kasus (39,3%) dan seluruhnya menggunakan sumur gali cincin sebagai sumber air bersihnya dan telah memenuhi kriteria memenuhi syarat sumber air bersih (100%). Jadi, kasus diare terbanyak terjadi dikelurahan Padangdata Tanahmati, umumnya terjadi pada balita berjenis kelamin laki-laki serta kelompok umur balita kurang dari 1 tahun. Diharapkan masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita untuk mengetahui serta menerapkan pengolahan bahan makanan sebelum dimasak dan cara pengolahan air minum dengan baik dan benar sebelum dikonsumsi bagi keluarga khususnya balita supaya terhindar dari penyakit diare.
Download From Google Drive