Asuhan Keperawatan pada An. F dengan Gangguan Sistem Respirasi: ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Rawang Kota Sungai Penuh Tahun 2023

Categorie(s):
   Karya Ilmiah Akhir Ners
Author(s):
   Azritora, Nila
Advisor:
Mariyana, Rina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Komplementer pada ISPA, Gejala ISPA, ISPA pada Anak.
DOI:
-
Abstract :
ISPA merupakan penyakit yang paling sering berada dalam daftar 10 (sepuluh) penyakit terbanyak di puskesmas maupun di rumah sakit. ISPA adalah salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Penularan infeksi saluran pernapasan akut dapat terjadi melalui air ludah, bersin, udara yang mengandung mikroorganisme penyebab penyakit. ISPA diawali dengan panas disertai salah satu atau lebih gejala, tenggorokan terasa sakit atau nyeri saat menelan, pilek, batuk kering atau berdahak. Banyaknya angka ISPA pada anak berkaitan dengan daya tahan tubuh anak yang belum kuat, sehingga mudah terkena penyakit infeksi. Berdasarkan Laporan Puskesmas Rawang Kota Sungai Penuh tahun 2021 sebanyak 1.941 penderita ISPA, tahun 2022 sebanyak 1.335 penderita ISPA. Sedangkan pada Januari 2023 tercatat sebanyak 85 penderita ISPA. Walaupun terjadi penurunan jumlah penderita, tetapi ISPA tetap menduduki tingkat teratas dalam daftar penyakit terbanyak pada anak. Ada beberapa pengobatan yang dapat diberikan pada anak yang menderita ISPA. Selain pengobatan medis juga dapat diberkan pengobatan komplementer, Diantaranya seperti pemberian minuman jahe madu untuk mengatasi batuk berdahak, pemberian nafas dalam dan batuk efektif untuk membantu mengeluarkan sputum, pemberian kompres hangat untuk membantu menurunkan suhu tubuh dan akupresur anoreksia untuk membantu dalam mengurangi gangguan nafsu makan pada anak. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa untuk mengurangi gejala ISPA pada anak dapat diberikan pengobatan komplementer seperti minuman jahe madu, latihan nafas dalam dan batuk efektif, pemberian kompres hangat, dan melakukan akupresur untuk mengurangi gangguan nafsu makan. Disarankan kepada petugas kesehatan agar dapat memberikan edukasi kepada orang tua tentang tindakan mandiri untuk mengurangi gejala ISPA di rumah selain pemberian pengobatan medis.
Download From Google Drive