Pengaruh Brisk Walking Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi Tahun 2022
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Riona, Roza
Advisor:
Oktorina, Rola
Dewi, Ratna
Dewi, Ratna
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Brisk walking, gula darah, diabetes mellitus tipe II.
DOI:
-
Abstract :
Diabetes mellitus adalah ancaman serius bagi kesehatan global, dimana berdasarkan data IDF tahun 2021 menyatakan bahwa terdapat 1 dari 10 orang hidup dengan diabetes di dunia atau dengan angka kejadian sebanyak 537 juta kasus. Begitu juga di wilayah kerja Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi melaporkan sebanyak 289 kasus baru DM di tahun 2021 dan juga tercatat sebanyak 1.936 kasus yang telah ditemukan di tahun-tahun sebelumnya. Menjaga aktivitas merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brisk walking terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi. Jenis penelitian ini quasy experiment dengan pendekatan one group pre test post test design yang telah dilaksanakan pada bulan Agustus November 2022 dengan populasi seluruh penderita hipertensi yang ada di Puskesmas Simpang IV Sipin tahun 2022 yaitu sebanyak 289 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan besaran sampel sebanyak 20 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi kadar gula darah. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar gula darah responden sebelum intervensi adalah 244,3 mg/dl dan turun menjadi 185,35 mg/dl setelah intervensi. Terdapat perbedaan rata-rata kadar gula darah responden antara sebelum dan sesudah intervensi dengan beda rata-rata 58,95 mg/dl dan nilai p = 0,000. Disimpulkan bahwa pemberian brisk walking berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe II. Maka dari itu diharapkan kepada penderita diabetes mellitus tipe II untuk dapat melakukan brisk walking sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pengendalian kadar gula darah.