Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelancaran ASI Ibu Post Partum Di Bidan Praktek Mandiri PekanbaruTahun 2016
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Fitri, Refliny Yulia
Advisor:
Putri, Yelmi Reni
Putri, Nita Tri
Putri, Nita Tri
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
ASI Ekslusif, Perawatan Payudara, Pola Makan, Frekuensi Menyusui.
DOI:
-
Abstract :
Menurut SDKI tahun 2010, cakupan pemberian ASI ekslusif di Indonesia hanya 49%. Persentase pemberian ASI eksklusif di Provinsi Riau tahun 2014 sebesar 59,8%.Berdasarkan survay awal terhadap 10 orang ibu post partum, diperoleh hasil sebanyak 7 orang (70%) ibu post partum diantaranya produksi ASI nya tidak lancar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Kelancaran ASI Ibu Post Partum Di Bidan Praktek Mandiri Pekanbaru Tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di BPM Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kecamatan Tampan di Pekanbaru pada bulan Agustus-September 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum yang bersalin di BPM Ernita Pekanbaru sebanyak 165 orang. sampel diambil dengan cara Accidental sampling sebanyak 68 orang. pengolahan data dengan menggunakan komputerisasi. data di analisa secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Dari hasil penelitian di dapatkan 35 orang (51,5%) responden tidak melakukan perawatan payudara. 41 orang (60,3%) responden pola makan yang kurang baik. 28 orang (41,2%) responden kurang menyusui bayinya.29 orang (42,6%) responden dengan pengeluaran ASI tidak lancar.Terdapat hubungan yang signifikan antara perawatan payudara p value=0,000 OR=8,625, pola makan p value=0,044 OR=3.308, Frekuensi menyusui p value=0,000 dengan kelancaran ASI. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perawatan payudara, pola makan dan frekuensi menyusui merupakan fakto-faktor yang mempengaruhi kelancaran ASI. Untuk itu diharapkan Penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan informasi bagi petugas kesehatan, dan keluarga untuk lebih memberikaan perhatian, motivasipenyuluhan arahan dan nasehat kepada ibu dalam memberikan ASI ekslusif pada bayi.