Analisis Implementasi Kebijakan Stunting Di Puskesmas Sungayang Kabupaten Tanah Datar Tahun 2022
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Urrohmah, Syifa
Advisor:
Oktavianis
Nurdin
Nurdin
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stunting, kebijakan stunting.
DOI:
-
Abstract :
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Kebijakan pencegahan stunting di Indonesia, erat kaitannya dengan kebijakan perbaikan gizi. Karena stunting menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merupakan dampak dari kekurangan gizi kronis pada balita sehingga menjadi lebih pendek pada usianya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan kebijakan stunting terhadap penurunanan stunting di Puskesmas Sungayang Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Informen pada penelitian ini sebanyak 10 orang menggunakan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa pengamatan langsung kelapangan dalam melakukan pengumpulan data melalui pedoman wawancara mendalam dengan menggunakan alat bantu recorder berupa Smartphone. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan stunting sudah berjalan dengan baik. Dari segi input berupa kebijakan, SDM, sarana dan prasarana serta dana sudah berjalan dengan lancar, walaupun ada kesenjangan yang terdapat pada alat pengukur panjang bayi. Dari segi proses, berupa perencanaan, pegorganisasian, pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi juga sudah berjalan sesuai dengan ketetapan yang ada. Dari segi output, kebijakan stunting di Puskesmas Sungayang sudah berjalan dengan lancar dan terlaksana dengan baik. Dapat disimpulkan bahwa, pelaksanaan kebijakan stunting sudah berjalan dengan baik di Puskesmas Sungayang Tahun 2022. Namun masih terdapat kendala di beberpa proses yang bisa diatasi puskesmas. Disarankan kepada puskesmas demi mengendalikan angka stunting untuk mengganti alat pengukur panjang bayi dan memaksimalkan komunikasi dengan ibu balita.