Analisis Implementasi Program Pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Puskesmas Lima Kaum I Kabupaten Tanah Datar Tahun 2022
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Muslim, Nova Ellya
Advisor:
Nurhayati
Susanty, Shantrya Dhelly
Susanty, Shantrya Dhelly
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Implementasi Pengendalian Demam Berdarah Dengue.
DOI:
-
Abstract :
Demam berdarah dengue merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui vektor nyamuk dari spesies aedes aegypti. Berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar, kasus demam berdarah dengue di Puskesmas Lima Kaum I pada Tahun 2021 sebanyak 6 kasus, namun terjadi peningkatan kasus yang signifikan sampai bulan Mei Tahun 2022 telah terdapat sebanyak 10 kasus demam berdarah dengue. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Program Pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Lima Kaum I Kabupaten Tanah Datar Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi, dengan melihat komponen Input, Proses dan Output dari implementasi pengendalian DBD. Informan berjumlah 9 orang yang berasal dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Lima Kaum I. Penelitian ini dilakukan mulai dari 10 Juli 10 Agustus 2022. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Pengolahan data dengan meredukasi, menyajikan dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian dari segi input kebijakan,sarana dan prasarana, lingkungan sudah terlaksana, namun SDM pengelola DBD belum mencukupi dalam segi jumlah, rangkap tugas dan latar belakang pendidikan yang belum sesuai, serta dana belum mencukupi. Untuk segi proses pengendalian vektor,kemitraan/jaringan kerja dan monitoring sudah terlaksana. Adapun dari segi output implementasi pengendalian DBD di Puskesmas Lima Kaum I selama ini belum terlaksana dengan baik. Kesimpulan penelitian ini adalah implementasi pengendalian DBD di Puskesmas Lima Kaum I belum terlaksana dengan baik. Saran bagi dinas kesehatan perlu kesiapan anggaran dalam menghadapi peningkatan kasus DBD dan bagi puskesmas perlu dilakukan perencanaan penambahan tenaga untuk pengelola DBD agar pengendalian dilakukan secara maksimal.