Analisis Implementasi Kawasan Tanpa Rokok Di Rumah Sakit Prof. Dr. M.Ali Hanafiah Sm Batusangkar Tahun 2022
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Permata, Aini Atma
Advisor:
Oktavianis
Fatma, Fitria
Fatma, Fitria
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Implementasi Perda, Kawasan Tanpa Rokok.
DOI:
-
Abstract :
Penetapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan cara pemerintah mengurangi angka perokok dan penyebaran asap rokok yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu area wajib KTR adalah fasilitas pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit. RSUD Hanafiah merupakan kawasan wajib KTR di Kabupaten Tanah Datar, namun belum menerapkan KTR sepenuhnya karena masih ada yang melakukan aktifitas merokok di dalam lingkungan rumah sakit, ada puntung rokok yang berserakan dan tempat yang dijadikan sebagai wadah asbak rokok. Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi Kawasan Tanpa Rokok di Rumah Sakit prof Dr M.Ali Hanafiah Batusangkar Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif menggunakan pendekatan fenomenologi, jumlah informan sebanyak 10 informan, teknik pemilihan informan secara purposive sampling. Pengumpulan data secara triangulasi melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian komponen input pada Sumber Daya Manusia belum ada penunjukan SDM yang bertanggung jawab terhadap implementasi KTR dan dari segi dana belum ada anggaran khusus untuk implementasi KTR. Pada komponen proses, sosialisasi langsung belum dilakukan, pembinaan belum ada, serta pengawasan belum terlaksana dengan optimal. Pada komponen output, implementasi Perda tentang KTR di Rumah Sakit Prof DR M.Ali Hanafiah Batusangkar belum maksimal karena rumah sakit belum bebas asap rokok, ditemukan puntung rokok, ditemukan wadah yang dijadikan asbak rokok, dan ditemukan perokok aktif yang melakukan aktifitas merokok di lingkungan rumah sakit serta penegakan sanksi yang belum efektif dan optimal. Implementasi Perda Kabupaten Tanah Datar No 4 Tahun 2019 tentang KTR di Rumah Sakit Hanafiah Batusangkar belum maksimal karena tidak ada SDM yang ditunjuk secara resmi, kurang nya sumber dana yang dianggarkan, proses sosialisasi langsung belum dilakukan menyebabkan prokok aktif masih melakukan kegiatan merokok di dalam lingkungan rumah sakit ditandai dengan puntung rokok berserakan dan banyak nya wadah sementara yang dijjadikan asbak rokok.