Pelaksanaan Intervensi Gizi Spesifik 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Terhadap Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Banja Loweh Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2022

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Andeska, Yayan
Advisor:
Nurdin
Yasril, Abdi Iswahyudi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Intervensi Gizi Spesifik, Stunting , 1000 HPK.
DOI:
-
Abstract :
Stunting adalah seorang anak di katakan mengalami pertumbuhan yang terhambat jika pertumbuhan tubuhnya di bandingkan dengan usianya berada di bawah 2 standar deviasi (-2 SD). Menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, prevalensi balita yang mengalami stunting adalah 24,4%, sedangkan menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota, prevalensi balita yang mengalami stunting adalah 28,2%. Tujuan penelitian untuk Mengetahui pelaksanaan intervensi gizi spesifik 1000 hari pertama kehidupan (HPK) terhadap kejadian stunting. Metode penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Analitik dengan desain case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah balita stunting. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik Total Sampling dengan jumlah kelompok 42 kasus dan 42 kontrol sehingga Total Sampling menjadi 84 sampel. Cara pengambilan data melalui data sekunder dan wawancara dengan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang memiliki hubungan terhadap kejadian stunting adalah kunjungan ibu hamil (ANC) (p=0,000) den gan OR : 9.500, Tablet Fe Ibu Hamil (p=0,029) dengan OR: 2.941, Pemberian ASI eksklusif (p=0,026) dengan OR : 3.692, dan Imunisasi (p=0,002) dengan OR: 4.462. Sedangkan variabel tidak memiliki hubungan terhadap kejadian stunting adalah: MP-ASI (p=0,165), Suplementasi Vit A Bayi (p=0,073). Hasil multivariat variabel yang paling mempengaruhi kejadian stunting adalah variabel Tablet Fe Ibu Hamil dengan nilai (p=0.010) dengan OR: 0.207 . Tablet Fe Ibu Hamil merupakan variabel yang paling berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24- 59 bulan di Puskesmas Banja Loweh. Diharapkan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan sosialisasi rutin pada kegiatan posyandu khususnya mengenai stunting pada anak balita.
Download From Google Drive