Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi Tahun 2022
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Sari, Nopa Ospita
Advisor:
Hasnita, Evi
Nurdin
Nurdin
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stunting,faktor-faktor yang berhubungan,puskesmas.
DOI:
-
Abstract :
Stunting adalah suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan,sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, angka stunting diindonesia sebesar 30,8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa sajakah faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan dipuskesmas rasimah ahmad kota bukittinggi tahun 2022. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 481 balita usia 24-59 bulan dengan sampel sebanyak 83. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian ini dilakukan pada 1 sampai 13 agustus tahun 2022. Analisis data yaitu teknik univariat dan bivariat dengan uji chi-square dengan = 0,05. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu bahwa ada hubungan dengan kejadian stunting dengan hasil univariat yaitu 83 responden 56(67,5%) Stunting, 51(61,4%)Tidak ASI Ekslusif,45(54,2%) Pola Pemberian Makan dengan kategori Tepat,50(60,2%) Pola Asuh dengan kategori Baik,52(62,7%) Sanitasi Lingkungan dengan kategori Baik. Dan hasil bivariat dengan nilai yaitu ASI Ekslusif (p value = 0,004), Pola Pemberian Makan (p value = 0,016), Pola Asuh (p value = 0,006), Sanitasi Lingkungan (p value = 0,002). Dapat disimpulkan bahwa kejadian stunting yang paling beresiko terhadap balita adalah ASI Ekslusif dengan OR = 5,750. Disarankan kepada petugas kesehatan atau kader kesehatan untuk dapat memberikan masukan bagi para orang tua mengenai pentingnya pengetahuan tentang pemberian ASI Ekslusif kepada balitanya khususnya stunting karena sangat berpengaruh terhadap balita.