Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2022

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Virgorina, Reni
Advisor:
Hasnita, Evi
Nurdin
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stunting, ASI Ekslusif, Pola Makan, Pelayanan Kesehatan.
DOI:
-
Abstract :
Berdasarkan Hasil Studi Status Gizi Indonesia prevalensi stunting secara nasioanal pada tahun 2021 yaitu (24,4%). Menurut data Hasil Status Gizi Indonesia 2021, angka persentase stunting di Sumatera Barat sebesar (23,3%) dan di Bukittinggi (19%) Pada masalah stunting pada usia 24-59 bulan dari 7 Puskesmas di Kota Bukittinggi kejadian tertinggi berada di Puskesmas Tigo Baleh sebanyak 134 balita yang terdiri dari sangat pendek 37 orang dan pendek 97 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita usia 25-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 89 ibu balita usai 24-59 bulan. Data diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan komputerisasi, dan hasil pemeriksaan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan Terdapat hubungan antara ASI Ekslusif dengan kejadian Stunting dengan p value (0,008) dan OR 3,836. Terdapat hubungan antara Pola Pemberian Makan dengan kejadian Stunting pada dengan p value (0,014) dan OR 3,417. Terdapat hubungan antara Pola Asuh dengan kejadian Stunting dengan p value (0,037) dan OR 2,933. Dan tidak terdapat hubungan antara pelayanan kesehatan dengan kejadian Stunting dengan p value (0,075). Pada anak yang tidak mendapat ASI Ekslusif merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh. Diharapkan bagi ibu balita agar selalu menjaga pola makan balita terutama dalam hal pemenuhan kadar gizi serta memantau pertumbuhan dan perkembangan balita untuk mencegah kejadian stunting.
Download From Google Drive