Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi Tahun 2022

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Fitri, Rahmah
Advisor:
Hasnita, Evi
Maisyarah
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stunting, ASI Ekslusif, Pola Makan, Status Ekonomi, Sarana Sanitasi.
DOI:
-
Abstract :
Permasalah gizi dunia adalah stunting pada balita.Berdasarkan Hasil Studi Status Gizi Indonesia prevalensi stunting secara nasioanal pada tahun 2021 yaitu (24,4%). Menurut data SSGI 2021, angka persentase stunting di Sumatera Barat sebesar (23,3%), di Puskesmas Mandiangin terdapat kasus stunting pada tahun 2020 sebanyak 80 anak dan terjadi kenaikan pada tahun 2021 menjadi 119 kasus stunting. Untuk kasus stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin terdapat 83 balita dengan stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita usia 25-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 92 ibu balita usai 24-59 bulan. Data diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan komputerisasi, dan hasil pemeriksaan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan Terdapat hubungan antara ASI Ekslusif dengan p value (0,002) dan OR 5,474, Pola Pemberian Makan p value (0,000) dan OR 17,222, dan Status Ekonomi dengan p value (0,014) dan OR 3,900 dengan kejadaian stunting. Dan tidak terdapat hubungan antara sarana sanitasi dengan kejadian Stunting dengan p value (0,402). Dari 4 faktor penyebab stunting tersebut, faktor yang paling berpengaruh ada dari pola pemberian makan. Diharapkan bagi ibu balita agar selalu menjaga pola makan balita terutama dalam hal pemenuhan kadar gizi serta memantau pertumbuhan dan perkembangan balita untuk menekan serta mencegah kejadian stunting yang disebabkan oleh pemberian ASI yang tidak ekslusif, pola makan tidak baik dan status ekonomi keluarga.
Download From Google Drive