Hubungan Pengetahuan, Persepsi Dan Self Efficacy Terhadap Perilaku Merokok Pada Siswa Di SMAN 6 Kerinci Tahun 2022
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Elfany, Ela
Advisor:
Oktavianis
Susanty, Shantrya Dhelly
Susanty, Shantrya Dhelly
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, persepsi, self efficacy dan perilaku merokok.
DOI:
-
Abstract :
WHO mempekirakan angka kematian akibat rokok tahun 2030 akan mencapai 10 juta pertahunnya dan 70% terjadi di negara-negara berkembang. Merokok menjadi kebiasaan sebagian besar kelompok masyarakat di Indonesia. Peningkatan prevalensi merokok terlihat lebih besar pada usia muda dibandingkan pada usia dewasa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi variabel pengetahuan, persepsi, self efficacy dan perilaku merokok, serta untuk mengetahui hubungan, persepsi dan self efficacy terhadap perilaku merokok pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini 200 orang siswa laki-laki, pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 133 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan untuk analisis univariat terdapat 72 orang (54,1%) memiliki pengetahuan baik, 71 orang (53,4%) memiliki persepsi baik, 75 orang (56,4%) memiliki self efficacy baik, dan 69 orang (51,9%) memiliki perilaku merokok tinggi. Hasi analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dengan batas kemaknaan 0,05 sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap perilaku merokok dengan p-Value = 0,031 (p-Value < ), terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap perilaku merokok dengan p-value = 0,005 (p-value< ), dan terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy teradap perilaku merokok dengan p-value = 0,031 (p-value< ). Sehingga terdapat hubungan antara pengetahuan, persepsi dan self efficacy terhadap perilaku merokok pada siswa di SMAN 6 Kerinci. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan timbul kesadaran para responden untuk tidak merokok, kemudian direkomendasikan kepada dinas terkait untuk mengembangkan informasi dan pemberian edukasi tentang bahaya merokok, serta bekerja sama dalam mengatasi dan menurunkan angka perilaku merokok.