Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Unmet Need Keluarga Berencana Pada Pasangan Usia Subur Di Nagari Kubang Putiah Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Tahun 2022
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Panjaitan, Sarmauli
Advisor:
Adriani
Oktavianis
Oktavianis
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Unmet need, PUS, Umur,Pengetahuan, Dukungan Suami, Peran Petugas KB.
DOI:
-
Abstract :
Unmet Need KB merupakan individu atau Pasangan Usia Subur (PUS), atau wanita menikah yang mengambil keputusan untuk menjarangkan atau membatasi kehamilan, tetapi tidak menggunakan alat atau cara KB,angka unmet need di atas target RPJMN tahun 2020-2024( 8,6%), tahun 2021 angka unmet need di Provinsi Sumatera Barat mencapai 13,6 % terdiri dari Ingin Anak Tunda(IAT) sebesar 6,67 % dan Tidak Ingin Anak Lagi ( TIAL) sebesar 6,93 %.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur, pengetahuan, dukungan suami, dan peran petugas KB terhadap kejadian Unmet Need KB. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain cross sectional yang dilakukan di Nagari Kubang Putiah Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam bulan Mei-Juni 2022. Sampel terdiri dari 79 PUS yang Ingin Anak Tunda (IAT) dan Tidak Ingin Anak Lagi (TIAL). Pengambilan sampel menggunakan Metode simple random sampling, pengolah data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistic chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak (54.4%) PUS yang mengalami kejadian unmet need KB. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian unmet need KB adalah pengetahuan (p=0.036), dukungan suami (p=0.007), peran petugas KB (p=0.022) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara umur dengan kejadian unmet meed KB (p=0.077). Disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakana antara pengetahuan, dukungan suami, dan peran petugas KB terhadap kejadian unmet need KB di Nagari Kubang Putiah. Untuk itu diharapkan kepada petugas penyuluh KB agar memberikan penyuluhan mengenai alat kontrasepsi serta meningkatkan kegiatan promotif keluarga berencana terhadap PUS khususnya pada kelompok pria agar suami dapat mengerti tentang KB sehingga dapat meningkatkan dukungan suami terhadap KB.