Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Puskesmas Ampalu Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2022

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Syaputri, Najmatul Arsiah
Advisor:
Hasnita, Evi
Efriza
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
ASI eksklusif, Riwayat Infeksi, Status Ekonomi, dan Stunting.
DOI:
-
Abstract :
Kejadian balita stunting merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan data pemantauan status gizi (PSG) selama 3 tahun terakhir, Stunting memiliki prevalensi tertinggi dibandingakan dengan masalah gizi lainnya seperti gizi kurang, kurus, dan gemuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ASI eksklusif, riwayat penyakit infeksi dan status ekonomi dengan kejadian stunting pada balita. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober tahun 2022. Sampel sebanyak 82 responden menggunakan teknik accidental sampling menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita normal (74.4%), balita ASI eksklusif (51.2%), balita pernah riwayat penyakit infeksi (59.8%), status ekonomi tinggi (74.4%). Hasil analisis statistik diketahui bahwa tidak ada hubungan antara ASI eksklusif (p= 0,897), riwayat penyakit infeksi (p=1,000) dan status ekonomi (p=0,515) dengan kejadian Stunting. Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan antara ASI eksklusif, riwayat penyakit infeksi, status ekonomi dengan kejadian Stunting di Puskesmas Ampalu. Saran bagi responden agar ibu balita dapat memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, dan keluarga dapat memberi semangat kepada ibu balita, serta bagi pemegang program selalu gencar memberikan sosialisasi terkait pencegahan stunting, pentingnya ASI eksklusif, sosialisasi tentang pencegahan stunting kepada masyarakat terutama ibu balita.
Download From Google Drive