Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus Di RSUD. Dr. Ahmad Darwis Kabupaten Lima Puluh Kota Pada Tahun 2016
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Aisyah, Devita Nur
Advisor:
Hasnita, Evi
Rudjito
Rudjito
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Abortus. Faktor Resiko, Paritas.
DOI:
-
Abstract :
Angka kejadian abortus di Asia tenggara adalah 4,2 juta pertahun. Kejadian abortus di Indonesia setiap tahunnya terjadi 2 juta kasus. Jumlah kasus di RSUD dr. Achmad Darwis pada bulan januari 215 sampai Februari 2016 sebanyak 56 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus di RSUD Dr Ahmad Darwis Kabupaten Lima Puluh Kota Pada Tahun 2016.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain Kohort Retrospektive. Penelitian ini dilakukan di RSUD. Dr. Ahmad Darwis Kabupaten Lima Puluh Kota Pada bulan April - Mei 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh persalinan di RSUD. Dr. Ahmad Darwis Kabupaten Lima Puluh Kota Pada bulan Januari 2015 - bulan Februari 2016 yang berjumlah 719 persalinan dengan sampel sebanyak 258 orang. Sampel diambil secara systematic random sampling. Pengolahan data dengan menggunakan SPSS. Kemudian data di Analisa secara Univariat dan Bivariat dengan Uji Chi Square.
Dari hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa (47,7%) responden dengan usia yang beresiko. (35,3%) responden dengan paritas yang beresiko. (33,7%) responden pernah mengalami riwayat abortus, (23,3%) responden dengan jarak kehamilan yang beresiko dan (18,6%) responden mengalami abortus. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara Usia p value=0,002 dan RR=2,415 , Paritas p value=0,000 dan RR=3,346, riwayat abortus p value=0,000 dan RR=4,324, jarak kehamilan p value=0,000 dan RR=4,620 dengan kejadian abortus.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa factor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus yaitu usia, paritas, riwayat abortus dan jarak kehamilan. Oleh karena itu diharapkan Hasil peneltian ini dapat menjadi acuan bagi tenaga kesehatan agar lebih proaktif dalam memberikan asuhan pada semua ibu hamil dalam mencegah terjadinya komplikasi kehamilan dan persalinan salah satunya yaitu abortus melalui pemeriksaan Antenatal Care (ANC), dan pemantauan serta pemeriksaan kategori usia ibu hamil.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain Kohort Retrospektive. Penelitian ini dilakukan di RSUD. Dr. Ahmad Darwis Kabupaten Lima Puluh Kota Pada bulan April - Mei 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh persalinan di RSUD. Dr. Ahmad Darwis Kabupaten Lima Puluh Kota Pada bulan Januari 2015 - bulan Februari 2016 yang berjumlah 719 persalinan dengan sampel sebanyak 258 orang. Sampel diambil secara systematic random sampling. Pengolahan data dengan menggunakan SPSS. Kemudian data di Analisa secara Univariat dan Bivariat dengan Uji Chi Square.
Dari hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa (47,7%) responden dengan usia yang beresiko. (35,3%) responden dengan paritas yang beresiko. (33,7%) responden pernah mengalami riwayat abortus, (23,3%) responden dengan jarak kehamilan yang beresiko dan (18,6%) responden mengalami abortus. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara Usia p value=0,002 dan RR=2,415 , Paritas p value=0,000 dan RR=3,346, riwayat abortus p value=0,000 dan RR=4,324, jarak kehamilan p value=0,000 dan RR=4,620 dengan kejadian abortus.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa factor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus yaitu usia, paritas, riwayat abortus dan jarak kehamilan. Oleh karena itu diharapkan Hasil peneltian ini dapat menjadi acuan bagi tenaga kesehatan agar lebih proaktif dalam memberikan asuhan pada semua ibu hamil dalam mencegah terjadinya komplikasi kehamilan dan persalinan salah satunya yaitu abortus melalui pemeriksaan Antenatal Care (ANC), dan pemantauan serta pemeriksaan kategori usia ibu hamil.