Gambaran Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Percepatan Involusi Uteri Pada Ibu Dua Hari Post Partum Di RSUD Lubuk Basung Tahun 2016
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Erian, Viona
Advisor:
Rusti, Sukarsi
Nengsih, Widya
Nengsih, Widya
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Mobilisasi Dini, Usia, Paritas, IMD, Status Gizi, Involusi Uteri, Ibu Postpartum.
DOI:
-
Abstract :
Menurut Direktorat kesehatan ibu, penyebab kematian ibu selama tahun 2010-2013 masih tetap sama yaitu perdarahan (30,3%). Perdarahan yang langsung terjadi setelah anak lahir dan plasenta biasanya disebabkan oleh atonia uteri. Atonia uteri dapat diketahui dengan palpasi uterus, tinggi fundus uteri masih di atas pusat, uterus lembek, kontraksi uterus tidak baik. Kematian ibu maternal di RSUD Lubuk Basung yang paling tinggi disebabkan oleh HPP (perdarahan) sebesar 60% dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama dan penyebabnya pun sangat beragam salah satunya bila involusi tidak berjalan dengan normal atau subinvolusi uteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Faktor-faktor apa saja yang dapat Mempengaruhi Percepatan Involusi Uteri Pada Ibu Dua Hari Post Partum Di RSUD Lubuk Basung Tahun 2016. Jenis penelitian adalah Deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 5-31 Agustus 2016 di RSUD Lubuk Basung dengan sampel semua ibu postpartum di bulan Agustus 2016. Teknik pengambilan sampel adalah teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner, observasi dan rekam medik, diolah secara komputerisasi dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian terhadap responden didapatkan, (60%) mobilisasi dini yang baik, (55%) usia yang beresiko, (65%) paritas beresiko, (50%) melakukan inisiasi menyusu dini (IMD), (70%) status gizi tidak beresiko dan (50%) involusi uteri yang normal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usia dan paritas ibu termasuk persentasi yang lebih tinggi, dimana terdapat usia dan paritas yang beresiko. Disarankan kepada ibu yang berusia beresiko >35 tahun sebaiknya tidak hamil lagi, apalagi yang sudah melahirkan berkali-kali lebih baik menggunakan kontrasepsi. Kepada petugas kesehatan agar dapat meningkatkan pelayanan dalam memberikan inisiasi menyusui dini dan lebih meningkatkan pelayanan kesehatan yang mampu memantau perkembangan ibu selama hamil pada usia beresiko dan menggunakan kontrasepsi.