Efektivitas Teknik Marmet Dan Pijat Oksitosin Dalam Meningkatkan Produksi Asi Pada Ibu Post Sectio Caecarea Di Rsud Prof. Dr. Ma Hanafiah Sm Batusangkar

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Azirni, Yessi
Advisor:
Putri, Yelmi Reni
Yenni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pijat oksitosin, produksi ASI, Sectio Caesarea.
DOI:
-
Abstract :
Latar belakang : Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi alamiah bagi bayi dengan kandungan gizi paling sesuai untuk pertumbuhan optimal (Hegar, 2008). World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar bayi baru lahir mendapat ASI eksklusif (tanpa tambahan apa-apa) selama enam bulan. Hal ini dikarenakan ASI adalah nutrisi alamiah terbaik bagi bayi dengan kandungan gizi paling sesuai untuk pertumbuhan optimal (Hegar, 2008). ASI merupakan makan terbaik bagi bayi pada awal usia kehidupanya. ASI memiliki keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh makanan dan minuman apapun, karena ASI mengandung zat gizi yang paling tepat lengkap dan selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bayi disetiap saat (Elza, 2009.) Metode : Pada implementasi, diterapkan terapi komplementer pada pasienhipertensi dengan yaitu pemberian terapi akupresure. Penelitian ini di lakukan selama 3 hari berturut-turut dengan perlakuan intervensi pada siang hari Hasil : Menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi yaitu sebelum dan sesudah melakukan terapi akupresure dimana tekanan darah sistolik sebelum diberikan intervensi adalah 160 mmHg dan tekanan darah diastolik adalah 90 mmHg. Sesudah intervensi didapatkan tekanan darah sistolik 130 mmHg dan tekanan darah diastolik 90 mmHg Kesimpulan : Penerapan terapi komplementer akupresure dapat menurunkan tekanan darah. Oleh karena itu, penerapan evidence based nursing ini dapat direkomendasikan dalam pemberian asuhan keperawatan
Download From Google Drive