Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn. W Di Jorong Kapalo Koto, Nagari Sungai Pua, Kabupaten Agam Tahun 2022
Categorie(s):
Karya Ilmiah Akhir Ners
Author(s):
Aulia, Suci
Advisor:
Rahmiwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Hipertensi, Komplementer.
DOI:
-
Abstract :
Hipertensi dapat didefenisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg. Data yang didapat dari dinas kesehatan Provinsi Sumatra Barat pada tahun 2018, Hipertensi termasuk urutan ke 3 penyakit terbanyak di Sumatra Barat dengan angka kejadian 248.964 (13,8 % ). Penatalaksanaan Hipertensi dengan terapi nonfarmakologi diantaranya diet rendah garam, olaraga yang teratur, mengurangi komsumsi alcohol dan pengobatan komplementer sehingga menjadi pilihan masyarakat untuk mengatasi Hipertensi. Pengobatan secara non farmakologi dapat dilakukan dengan menggunakan pengobatan komplementer yaitu dengan pemberian rebusan seledri selama 5 hari untuk menurunkan tekanan darah. Seledri (Apium graveolens) memiliki kandungan Apigenin yang dapat mencegah penyempitan pembuluh darah dan Phthalides yang dapat mengendurkan otot-otot arteri atau merelaksasi pembuluh darah. Setelah dilakukan implementasi selama 5 hari tekanan darah turun menjadi 130/90 mmHg dan ada pengaruh rebusan seledri untuk menurunkan tekanan darah.