Kulit Kayu Manis (Cinnamomum Burmanii) Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Swamedikasi Dispepsia Pada Masyarakat Kelurahan Manggis Ganting Kota Bukittinggi
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Fitri, Artika Nur
Advisor:
Putra, Fajrian Aulia
Farnandi, Rido
Farnandi, Rido
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Dispepsia, Swamedikasi, Pengetahuan dan Sikap.
DOI:
-
Abstract :
Dispepsia merupakan suatu kumpulan gejala dari berbagai penyakit pada
saluran cerna seperti mual, muntah, kembung, nyeri pada ulu hati, sendawa, rasa seperti terbakar, rasa penuh pada ulu hati. Menurut WHO, Indonesia adalah salah satu negara dengan prevalensi dispepsia tertinggi di dunia yaitu 40,80 %. Dispepsia juga salah satu penyakit yang dapat diatasi dengan cara swamediksi. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, dispepsia termasuk 10 penyakit tertinggi pada tahun 2016 sampai 2020 di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (Quasi
Eksperimental Designs) dengan rancangan pre-post test post-test dalam satu
kelompok (One Group Pre-test Pos-test design). Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh masyarakat yang berada di Kelurahan Manggis Ganting, Kota
Bukittinggi yang memenuhi kriteria inklusi dan sampel dihitung berdasarkan
rumus lemeshow, didapatkan sampel sebanyak 53 orang. Teknik pengambilan
data menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis Wilcoxon Signed Test. Hasil penelitian ini menunjukkan analisis univariat pengetahuan sebelum diberikan edukasi dapat disimpulkan bahwa, nilai rata-rata 8,92 dengan standar deviasi 1,357. Setelah diberikan edukasi yaitu nilai rata-rata 10,36 dengan standar deviasi 0,762. Sikap sebelum diberikan edukasi dapat disimpulkan bahwa, nilai rata-rata 6,79 dengan standar deviasi 1,063. Setelah diberikan edukasi yaitu ratarata 7,85 dengan standar deviasi 0,818. Hasil bivariat menunjukkan adanya pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat setelah diberikan edukasi swamedikasi dispepsia dengan nilai p
saluran cerna seperti mual, muntah, kembung, nyeri pada ulu hati, sendawa, rasa seperti terbakar, rasa penuh pada ulu hati. Menurut WHO, Indonesia adalah salah satu negara dengan prevalensi dispepsia tertinggi di dunia yaitu 40,80 %. Dispepsia juga salah satu penyakit yang dapat diatasi dengan cara swamediksi. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, dispepsia termasuk 10 penyakit tertinggi pada tahun 2016 sampai 2020 di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (Quasi
Eksperimental Designs) dengan rancangan pre-post test post-test dalam satu
kelompok (One Group Pre-test Pos-test design). Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh masyarakat yang berada di Kelurahan Manggis Ganting, Kota
Bukittinggi yang memenuhi kriteria inklusi dan sampel dihitung berdasarkan
rumus lemeshow, didapatkan sampel sebanyak 53 orang. Teknik pengambilan
data menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis Wilcoxon Signed Test. Hasil penelitian ini menunjukkan analisis univariat pengetahuan sebelum diberikan edukasi dapat disimpulkan bahwa, nilai rata-rata 8,92 dengan standar deviasi 1,357. Setelah diberikan edukasi yaitu nilai rata-rata 10,36 dengan standar deviasi 0,762. Sikap sebelum diberikan edukasi dapat disimpulkan bahwa, nilai rata-rata 6,79 dengan standar deviasi 1,063. Setelah diberikan edukasi yaitu ratarata 7,85 dengan standar deviasi 0,818. Hasil bivariat menunjukkan adanya pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat setelah diberikan edukasi swamedikasi dispepsia dengan nilai p