Analisis Regimen Dosis Dan Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD Pasaman Barat

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Mirawati
Advisor:
Handayani, Popy
Farnandi, Rido
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Diabetes Melitus Tipe 2, Antidiabetes Oral, Regimen Dosis Potensi Interaksi Obat.
DOI:
-
Abstract :
Diabetes melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat sehingga kadar glukosa didalam darah tinggi. Penanganan DM tidak lepas dari terapi obat sehingga diperlukan adanya kegiatan pharmaceutical care dalam penaganan drug related problem. Tujuan penelitian ini mengetahui kejadian ketepatan regimen dosis dan potensi interaksi obat pada pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Pasaman Barat pada bulan Januari - Desember tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dan metode sampling adalah purposive sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah penderita diabetes melitus tipe 2 di instalasi rawat jalan RSUD Pasaman Barat periode Januari-Desember 2021 yang berjumlah 110 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2022. Hasil penelitian menunjukan terapi tunggal yang banyak digunakan adalah metformin 22 pasien (20%) sedangkan terapi kombinasi yang paling banyak digunakan metformin dan glimepirid 63 pasien (57%). Kejadian ketidaktepatan regimen dosis yaitu dosis kurang 2 pasien sedangkan kasus dosis lebih tidak ditemukan. Kejadian potensi Interaksi obat sebanyak 41 pasien (37%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya ditemukan ketidaktepatan regimem dosis (dosis kurang) dan potensi interaksi obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di instalasi rawat jalan RSUD Pasaman Barat periode januari-Desember 2021. Saran dari penelitian ini adalah apoteker berperan aktif memberikan pharmaceutical care terkait obat yang diberikan sehingga dapat mencegah terjadinya interaksi obat dan ketidaktepatan regimen dosis guna meningkatkan kualitas hidup pasien.
Download From Google Drive